Perbankan

Dampak Covid-19, Kontraktor Berskala UKM Akui Relaksasi Kredit Sangat Membantu

Hendri Zein/Ketua Gabungan Pengusaha Kontraktor Indonesia (Gabpkin)

TANGERANG, SUARAINVESTOR.COM-Ketua Gabungan Pengusaha Kontraktor Indonesia (Gabpkin) Kota Tangerang Hendri Zein merespon positif soal relaksasi kredit oleh perbankan nasional bagi pengusaha UKM terkait dampak meluasnya wabah Corona (Covid-19).

Hal ini tentu sangat melegakan dan menjadi momen yang ditunggu bagi kalangan pengusaha kontraktor berskala kecil dan menengah. “Sudah tentu kami mengapresiasi kebijakan pelonggaran kredit bagi UKM. Karena kami bisa sedikit bernafas dan menekan terjadinya PHK massal,” katanyanya saat ditemui di kantornya, Ruko Taman Royal III, Kota Tangerang, Jumat (20/3/2020).

Pelonggaran dan pemberian kemudahan fasilitas kredit, kata Hendri lagi, bisa mengurangi tekanan yang luar biasa beratnya saat menghadapi serangan Covid-19. “Kita minta perbankan lebih bijak dan arif lagi. Restrukturisasi utang ini bisa diperpanjang sampai satu tahun,” terangnya.

Kondisi menghadapi serangan Covid-19 ini sangat berat. Karena dana APBD dikonsentrasikan untuk penanggulangan wabah tersebut. “Bayangkan saja, sejumlah proyek Pemkot Tangerang yang biasa sudah bisa dieksekusi untuk dikerjakan, ternyata ditunda semua. Proyek-proyek infrastruktur mandeg sementara,” tambahnya.

Padahal saat ini, lanjutnya Gabpkin menaungi sekitar 58 kontraktor kecil dan menengah. Para pengusaha ini biasanya mengikuti tender proyek dengan besaran sekitar Rp2 Miliar-Rp3 Miliar. “Rata-rata, pengusaha ini mempekerjakan sekitar 20-23 orang buruh harian. Artinya, ada sekitar 1334 buruh lepas harian yang terancam dirumahkan. Keluarga mereka bisa tidak makan,” ungkapnya lagi.

Buruh lepas ini, lanjutnya, setiap hari menerima upah langsung yakni Rp200.000/hari. “Kalau mereka masuk kerja, setiap hari dapat upah. Nah, kalau tak bekerja tentu tidak mendapat bayaran. Artinya, dengan mandegnya sejumlah proyek, maka buruh secara otomatis tidak bekerja,” tutur Hendri lagi.

Dampak tertundanya proyek ini, sambung Hendri, menimbulkan efek domino bagi yang lain. Misalnya, sejumlah toko bangunan yang biasa menyuplai bahan banguna proyek menjadi tersendat pembayarannya. “Kontraktor itukan biasanya punya langganan toko bahan bangunan. Sebelum melanjutkan proyek baru, utang proyek lama perlu dilunasi dulu,” paparnya seraya tertawa.

Sudah menjadi rahasia umum, kata Hendri, saat proyek sudah dimulai. Biasanya para kontraktor mengagunkan SPK itu kepada pihak bank, supaya dapat kucuran kredit. “Dari kucuran kredit inilah, kita bisa menggaji karyawan dan membayar bahan bangunan,”pungkasnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top