Nasional

Zulkifli Hasan Tegaskan Komunisme Bertentangan dengan Pancasila

JAKARTA, Ketua MPR Zulkifli Hasan menegaskan bahwa secara tegas dan terang benderang komunisme dilarang di Indonesia, karena bertentangan dengan Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945.

“Terang benderang komunisme tidak boleh di Indonesia. MPR mempunyai Ketetapan Nomor XXV/MPRS/1966 tentang larangan terhadap komunisme. Tap ini masih berlaku hingga kini,” tegas Ketua Umum PAN itu dalam keterangannya di Jakarta, seusai melakukan pernyerapan aspirasi dan sosialisasi empat pilar MPR RI di Depok, Jawa Barat, pada Jumat (10/2/2017) malam.

Serap aspirasi kerjasama MPR dan Badan Koordinasi Nasional Lembaga Pendidikan Islam PB HMI ini dihadiri Walikota Depok KH. Idris, anggota DPD Asri Anas dan Hj Eni Sumarni.

Karena itu lanjut Zulkifli, kalau ada yang menyebarkan paham komunisme pasti ditangkap. Negara kita adalah negara Pancasila. Negara kita bukan negara Islam apalagi negara komunis.

Selain itu, komunisme juga bertentangan dengan konstitusi. Karena itu penyebaran paham komunisme merupakan tindakan inkonstitusional. “Kalau bapak-bapak menemukan agar melapor. Pasti pelakunya akan ditangkap karena melanggar konstitusi,” ujarnya.

Menyinggung munculnya isu SARA belakangan ini Zulkifli mengingatkan perlunya dialog antarumat beragama. Sebab, kedua kelompok mengaku dirinya sama-sama benar. “Yang satu merasa terancam sebagai minoritas, dan yang satu dinilai anti bhinneka tunggal ika. Inilah yang diperlukan dialog bersama,” tambahnya.

Sebab penyelesaian secara hukum belum tentu menyelesaikan semua persoalan. “Persoalan politik harus diselesaikan secara politik. Tapi, kalau salah paham perlu diselesaikan dengan dialog,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top