Industri & Perdagangan

Zulfikar: Perlu Safeguard Berlapis Guna Tangani Limbah Nuklir

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Penemuan limbah radioaktif jenis Caesium 137 (Cs-137) membuat geger masyarakat Serpong. Apalagi limbah nuklir ini sangat berbahaya dan dikhawatirkan memiliki dampak negatif terhadap kesehatan warga sekitar. “Ini persoalan serius karena limbah radioaktif ini ditemukan di area terbuka yang sekelilingnya dihuni oleh warga. Artinya limbah itu tercecer atau sengaja dibuang bukan di lokasi khusus tempat penyimpanan limbah radioaktif,” kata anggota Komisi VII DPR Zulfikar kepada suarainvestor.com di Jakarta, Kamis (20/2/2020).

Legislator dari Dapil Banten III ini mengaku sangat prihatin terhadap perilaku oknum yang membuang sembarang limbah radioaktif berbahaya. “Para pihak yang berkompeten seperti BATAN, BAPETAN, BIN dan Mabes Polri harus benar benar tanggap mensikapi limbah radioaktif itu,” ungkapnya.

Menurut Zulfikar, limbah radioaktif berbahaya itu memancarkan radiasi yang mengganggu pertumbuhan anak-anak. Sehingga hal ini membuat resah orang tua dan masa depan anak-anak.

Politisi Partai Demokrat ini mencuriga ada pihak dan oknum yang sengaja membuat gaduh masyarakat dengan membuang zat radioaktif berbahaya itu. “Zat Radioaktif Cesium 137 tidak diperjualbelikan secara bebas. Hanya saja bisa di akses oleh kalangan industri pihak swasta. Makanya saya meminta mabes Polri mengusut tuntas kasus ini,” paparnya lagi.

Selaku anggota DPR dapil Tangerang Raya, Bang Zul mewanti wanti perlunya ekstra pengamanan wilayah mengigat Serpong dan sekitarnya menjadi epicentrum dunia nuklir Indonesia. “Karena disitu dapil saya makanya saya tahu kawasan serpong ada Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) ada Badan Pengawas Nuklir (Bapetan), ada BUMN PT. Inuki (Industri Nuklir Indonesia). Terdapat pula reaktor nuklir skala kecil untuk kedokteran. Area nuklir ini harus safety benar” ujarnya.

Lebih jauh anggota Fraksi Partai Demokrat itu juga mengapresiasi pihak yang berkompeten tanggap menyikapi kasus pencemaran radioaktif dengan melakukan dekontaminasi dan proses cleaner di area yang berdampak.

Agar kejadian ini tidak terulang lagi, kedepannya bang Zul berharap perlu penanganan ekstra serius oleh pemerintah di wilayah jantungnya riset nuklir indonesia itu. Dirinya juga setuju usulan BATAN untuk dibuat kelembagaan badan pelaksana ketenaganukliran.

“Saya mendesak pemerintah untuk segera dibentuk badan pelaksana ketenaganukliran untuk menangani safety, security dan safeguard. Jadi kedepannya incident yang berhubungan dengan zat radioaktif disikapi dengan tanggap dan profesional.

Anggota DPR ini mengingatkan jangan sampai kasus mengerikan dalam sejarah dunia yaitu bocornya reaktor nuklir Chernobyl di Uni Sovyet tahun 1986 yang berdampak mengerikan terjadi lagi, apalagi di negara tercinta kita ini. Makanya kita harus prepare dan menguatkan kelembagaannya disemua lini.

“Sebagai negara besar, tehnologi nuklir di Indonesia memang sebuah keniscayaan yang harus didukung oleh semua pihak. Karenanya dari hulu sampai hilir kelembagaan yang terkait dengan nuklir harus kuat dan hebat” ujar bang Zul dengan antusias dan semangat. ***

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top