Nasional

Yudi Latif: Pancasila dan Kebhinekaan Itu DNA-nya Indonesia

JAKARTA, Pakar politik kebangsaan Yudi Latif menegaskan jika Pancasila dan kebhinnekaan ini sebagai modal sosial dasar bangsa Indonesia menghadapi globalisasi yang terguncang sat ini. Indonesia malah menjadi teladan dunia, Pancasila dianggap sebagai DNA-nya Indonesia bahwa bangsa Indonesia itu demokratis, beragam, eksotik, dan tolerans.

Demikian disampaikan dalam dialog kebangsaan 4 Pilar MPR RI ‘Merawat Kebhinnekaan’ bersama Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (FPKS), Arbi Sanit (UI), dan pakar ekonomi politik Ichsanuddin Noorsy di Gedung MPR RI Jakarta, Senin (13/2/2017).

Menurut Yudi, saat ini banyak negara-negara modern gagal mengelola multikulturalisme. Amerika Serikat dan Eropa sebagai salah satu contoh, kini malah Donald Trump anti imigran dan imigran di German harus mengikuti kebijakannya.

“Jadi, Indonesia ini menjadi mercusuar dunia. Dimana dengan keragaman ini sebagai takdir, sehingga kebhinekaan ini harus dirawat disamping mewujudkan keadilan bagi seluruh rakyat,” jelasnya.

Arbi Sanit secara tegas kecewa dengan munculnya gerakan pemaksaan kehendak akhir-akhir ini. “Kalau tidak tepat, agama itu bisa menjadi ancaman, yaitu islamisme yang memaksakan kehendak. Itu lebih gawat dari bahaya latin, karena akan memaksa orang keluar dari Indonesia. Itu akan terjadi kalau negara ini gagal mengatasi,” katanya.

Itu kata Arbi, akibat demokrasi salah kaprah, yaitu demokrasi bebas multak. Padahal di Amerika saja dibatasi, tapi di Indonesia disalahgunakan. “Jadi, Pancasila sebagai dasar negara ini sudah final, meski secara ideologi bisa dikembangkan,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top