Nasional

Waspadai Pemutarbalikan Pemahaman Pancasila

JAKARTA – Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengingatakan semua pihak untuk mewaspadai kelompok-kelompok yang memanfaatkan Pancasila untuk melegitimasi gerakannya.

Di era reformasi yang mengusung keterbukaan, banyak kelompok-kelompok yang demi kepentingannya memutarbalikan paham Pancasila dengan menuntut pemegang kekuasaan seperti Presiden, DPR dan lembaga peradilan untuk memberi pengakuan terhadap gerakannya.

“Kalau yang mengajak atau menjual ide yang bertentangan dengan asas Pancasila mereka berani dengan sangat terbuka menyampaikan ide-idenya. LGBT misalnya. Jelas adalah suatu gerakan yang tidak sesuai dengan Pancasila,” kata Hidayat Nur Wahid saat menutup Konsolidasi Nasional Pengurus Pusat KAMMI di Jakarta, Jumat (3/3/2017).

Menurutnya, apa yang dilakukan kelompok LGBT hingga saat ini sangat gigih dan berani, meski banyak pihak sudah mengingatkan bahwa gerakan LGBT bertentangan dengan sila pertama Pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Bahwa mereka yang berketuhanan telah menyepakati LGBT merupakan bentuk penyimpangan dari ajaran agama.

Namun, tidak sedikit pula yang membelanya dengan memutarbalikan paham dari Pancasila itu sendiri. “Kelompok yang membela menyatakan bahwa apa yang dilakukan LGBT telah sesuai dengan Pancasila. Sila keberapa saya tanya demikian? Sila kelima katanya, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Jadi karena berdalih dijamin Sila kelima mereka berhak untuk mendapatkan pengesahan dan berhak mendapatkan pengakuan,” kata Hidayat.

Wakil Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PSK) ini mengaku bukan hanya kelompok-kelompok semacam gerakan LGBT yang secara terang-terangan berani memanfaatkan ere keterbukaan ini untuk menjadikan kelompok mereka bisa mendapat pengakuan dari negara denga berbagai macam alasan. Seperti keadilan yang diminta oleh kelompok LGBT tersebut.

“Memang keadilan itu penting, tetapi bukan keadilan tentang kejahatan. Misalnya para pencopet yang kemudian membuat organisasi. Tentu tidak bisa dibenarkan karena keadilan sosial yang diminta bukanlah keadilan sosial yang sebenarnya sesuai dengan ajaran Pancasila,” katanya.

Untuk itu, Hidayat mengingatkan agar semua pihak mewaspadai gerakan-gerakan yang sesungguhnya bertentangan dengan sistem nilai dan budaya namun berusaha memaksakan kehendaknya dengan berbagai macam dalih dengan memutarbalikkan ajaran Pancasila sebagai pondasi dasar bernegara.

“Saya katakan sekali lagi kalau kelompok semacam ini begitu dasyatnya. Mereka menuntut Presiden, menteri untuk mengesahkan gerakannya,” tegasnya.(har)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top