Nasional

Veto AS atas Yerussalem, MPR: DK PBB Harus Direformasi

JAKARTA, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid sangat menyesalkan sikap Amerika Serikat (AS) yang tetap memaksakan hak vetonya atas Yerussalem sebagai Ibukota Israel. Langkah AS tersebut akan memicu konflik kemanusiaan dari seluruh dunia dan bukan saja negara-negara Islam.

“Sebagai negara yang mangklaim kampium demokrasi justru tidak bersikap demokratis, karena dari 15 anggota Dewan Keamanan PBB, 14 anggota DK PBB justru menolak sikap Donald Trump yang akui Yerussalem ibukota Israel itu,” tegas Hidayat pada wartawan di Jambi, Selasa (19/12/2017).

Menurut Hidayat, sikap AS ini suatu anomali dimana satu negara bisa menggugurkan keputusan 14 negara DK PBB. Sehingga kalau mau menegakkan demokrasi dunia, saat ini momentumnya untuk mereformasi DK PBB yang selama ini tak bisa menggubris hak veto AS tersebut.

Karena itu kata Hidayat, saat ini momentum besar dunia yang menyintai aturan internasional (PBB) untuk mempertimbangkan aturan baru yang bisa menolak hak veto AS. “Reformasi aturan DK PBB ini agar DK PBB bisa berjalan lebih efektif,” ujarnya.

Berbarengan dengan itu, Hidayat berharap tak ada negara-negara yang memindahkan Kedubes-nya dari Yerussalem Timur. Sebab, pada tahun 2016 Unesco telah menetapkab bahwa Yerussalem itu milik Palestina, dan milik umat Islam, sehingga Israel tak bisa merusak dan merubah demokrafis Yerussalem,” tambah Hidayat.

Selain itu, Yerussalem tanpa masjidil Aqsho (al-Quds), ibarat manusia tanpa kepala dan tanpa akal budi.

Lalu, kenapa Israel memaksakan Yerussalem, hal itu bertujuan untuk memudahkan penghancuran Masjidil Aqsho, yang dianggap berdiri di atas tanah kekayaan Nabi Sulaiman. “Itulah keyakinan mereka, maka menghalalkan segala cara atas tanah Yerussalem itu,” ungkapnya.

Dikatakan, jika sikap AS ini bukan saja akan memicu perlawanan negara-negara Islam, tapi juga negara-negara non muslim di Eropa. “Inggris selaku pendiri negara Israel pada 1917 saja menolak. Jadi, saat ini momentum untuk mengoreksi Israel dan AS dengan menghadirkan dunia yang lebih damai dan aman,” pungkas Hidayat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top