Nasional

Utamakan Pendekatan, Aparat Diminta Tak Berikan Sanksi Bagi Pemudik

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM – Kebijakan larangan mudik lebaran Idul Fitri tahun 2021 harus diimbangi dengan pemahaman kepada masyarakat, sekaligus konsistensi di lapangan. Sehingga diharapkan tidak ada pemberian sanksi kepada masyarakat yang akan mudik.

“Sebab petugas di lapangan berhadapan dengan sebuah tradisi dan budaya yang sudah mendarah daging. Oleh karena itu, saya meminta aparat untuk mengedepankan pendekatan yang lebih manusiawi dan tidak sampai mengeluarkan sanksi bagi para pemudik,” kata Wakil Ketua Komisi V DPR RI Arwani Thomafi, Jumat (6/5/2021).

Apalagi menurutnya, kebijakan larangan mudik memang memberikan konsekuensi yang sangat kompleks. Dimana pada 2020 lalu, kebijakan tersebut sulit untuk bisa sepenuhnya dilakukan.

“Lebaran adalah momentum sakral dan penting dalam perjalanan waktu di Indonesia. Dimana momentum tersebut sangat dinanti oleh banyak orang untuk saling bertemu. Jangan sampai hal itu menjadi menakutkan, karena adanya kebijakan larangan mudik,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, pendekatan yang lebih manusiawi diyakini akan menghindarkan benturan antara aparat dengan pemudik. Namun sebaliknya, diharapkan masyarakat dapat memahami bahwa apa yang diiikhtiarkan oleh pemerintah.

“Sebab, kebijakan larangan mudik tersebut adalah sebuah ijtihad untuk mengurangi bentuk kerugian yang lebih besar. Karenanya, saya juga mengingatkan agar aparat yang bertugas menjaga titik penyekatan, mampu memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat yang akan mudik,” tandas Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan tersebut.

Yakni baik aparat yang bertugas di jalur udara, darat dan laut. Selain itu, dibutuhkan koordinasi yang baik antara Polda, Polres, Dinas Perhubungan dan pemerintah daerah.

“Koordinasi yang baik dan pemberian pemahaman bagi pemudik, lebih dapat diterima dibanding dengan ancaman pemberian sanksi. Sehubungan dengan hal itu pula, Komisi V berencana akan memantau secara langsung sejumlah titik penyekatan, antara lain di Cikarang (Jawa Barat), Merak (Banten) dan sejumlah tempat lain,” pungkasnya. ***

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top