Nasional

Utamakan Keselamatan, MPR Minta Masyarakat Bersabar untuk Haji Tahun 2021

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM –  Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta umat Islam yang sudah mendaftarkan ibadah haji dan ternyata dibatalkan, sehingga harus haji tahun 2021, sebaiknya bersabar. Karena pemerintah memprioritaskan keselamatan jiwa umat.

Demikian disampaikan Bamsoet menyusul keputusan Menteri Agama Fachrul Rozi, yang membatalkan haji tahun 2020 seperti dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 494 tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441H/2020M.

“Kami mengajak seluruh umat Islam, khususnya yang sudah terdaftar sebagai calon jemaah haji tahun 1441 H/2020 M untuk menerima dan mendukung Keputusan Menag tersebut karena pemerintah harus mengutamakan keamanan, kesehatan, dan keselamatan jemaah di tengah pandemi covid-19,” tegas Bamsoet, Rabu (3/6/2020).

Apalagi kata Bamsoet, mayoritas usia calon jemaah haji dari Indonesia berusia di atas 50 tahun yang rentan terpapar covid-19.

Untuk itu lanjut Waketum Golkar itu, seharusnya pemerintah segera menyiapkan skenario pembatalan haji tahun ini dan skenario pemberangkatan haji tahun 2021 jika situasi sudah aman dan memungkinkan tidak terjadi antrean panjang daftar calon jamaah haji dengan mengembalikan secara utuh ongkos biaya penyelenggaraan ibadah haji, sehingga persiapan dalam pelaksanaan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan kepada jamaah dapat dilakukan dengan lebih maksimal.

Menurut Bamsoet, pemerintah harus memperhatikan jaminan pengembalian uang pelunasan jemaah haji tahun 2020 ini dengan menetapkan proses pengembalian ongkos biaya haji dan juga menjadikan Kantor Wilayah/Kanwil Kemenag di daerah sebagai pusat informasi bagi masyarakat yang butuh keterangan, serta memperioritaskan calon jemaah haji yang dibatalkan keberangkatannya untuk didaftarkan sebagai calon jemaah haji tahun 1442H/2021 M.

Bamsoet mengusulkan pentingnya pemerintah melibatkan ulama, tokoh agama, ataupun Ormas keagamaan untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat. Khususnya kepada calon jamaah haji yang batal berangkat tahun 2020 ini, mengenai darurat syar’i, sehingga seluruhnya dapat memahami dan memaklumi situasi pandemi covid19 ini.

“Pemerintah dan
Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah/Ditjen PHU harus segera menetapkan regulasi mengenai tata cara pendaftaran sebagai calon jemaah haji yang disesuaikan dengan kondisi tatanan atau gaya hidup baru dan kuota haji yang ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi, agar masyarakat tidak bingung, dikarenakan persiapan untuk keberangkatan haji membutuhkan persiapan yang matang dan waktu yang cukup panjang,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top