Nasional

UGM Kaji Sebab Meningglanya Petugas KPPS

JAKARTA, Untuk menghindari kesimpangsiuran terkait meninggalnya petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) pada pemilu 17 April 2019 lalu, Universitas Gadjah Mada (UGM) kini menyiapkan kajian mengenai penyebab kematiannya tersebut.

“Kajian bertujuan melihat secara komprehensif apa saja faktor penyebabnya,” tegas Koordinator Kelompok Kerja Kajian Pemilu UGM, Abdul Ghaffar Karim dalam jumpa pers bertajuk Tanggapan UGM Terhadap Kejadian Sakit dan Meninggalnya Petugas dalam Pemilu 2019, di Yogyakarta, Kamis (9/5).

Menurut Abdul Ghaffar, riset untuk menelisik penyebab kematian para petugas pemilu akan dilakukan selama beberapa pekan ke depan, dan belum bisa dipastikan sampai kapan kajian akan rampung.

Tim pengkaji penyebab meninggal dan sakitnya para petugas penyelenggara pemilu di lapangan tersebut, kata Abdul Ghaffar, harus dilihat dari berbagai sudut keilmuan.

Dekan Fisipol UGM Erwan Agus Purwanto mengatakan anggota tim kajian berasal dari Fisipol, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK), dan Fakultas Psikologi UGM.

Erwan mengatakan setiap fakultas akan mengirimkan dua orang anggota. Para anggota tim, lanjutnya, bakal segera berkumpul dulu untuk membahas teknis di lapangan.

Selain itu, untuk membuat lebih komprehensif kajian tim tersebut, Erwan mengatakan mereka juga akan bekerja sama dengan 10 kampus di Indonesia yang memiliki kajian tentang pemilu seperti Universitas Lampung, Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, dan Universitas Cendrawasih. “Pekan ini tim akan mulai bekerja,” katanya.

Saat ditanya perihal dugaan kematian ratusan petugas penyelenggara pemilu tersebut, Abdul Ghaffar mengatakan memang sejauh ini ada sejumlah dugaan dari mulai sisi psikis, medis, dan lainnya.

Ada yang menduga kasus itu disengaja untuk mengacaukan pemilu, dan di sisi lain ada yang berpendapat para petugas jatuh sakit dan kemudian meninggal karena depresi akibat tudingan melakukan kecurangan.

“Dugaan awal (penyebab kematian) tekanan dari elite politik, tapi kami akan pastikan hasil kajian lapangan lebih dulu,” pungkasnya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top