Infrastruktur

Ubah Nama, Resmi Jadi PT Telkom Indonesia

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Perusahaan telekomunikasi plat merah, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk mengumumkan pergantian nama menjadi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jumat (4/11/2020), pergantian nama perusahaan dengan kode emiten TLKM ini berdasarkan pada surat PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk No. TEL.17/LP000/DCI-M2000000/2020 tanggal 13 November 2020 yang diterima tanggal 2 Desember 2020. “Perseroan menyampaikan perubahan nama PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk menjadi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk,” seperti tertulis dalam pengumuman tersebut.

Perubahan nama PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk menjadi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk telah memperoleh persetujuan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-0032595.AH.01.02.Tahun 2019 tentang Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas Perusahaan Perseroan (Persero) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk tanggal 24 Juni 2019. “Sehubungan dengan hal tersebut, terhitung sejak tanggal 4 Desember 2020 PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan nama ”PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, dengan kode tetap, TLKM,” tambah keterangan BEI.

Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN Kartiko Wirjoatmodjo mengatakan, Mitratel akan melakukan penawaran saham perdana atau initial publik offering ( IPO) pada tahun 2021 mendatang. “Anak usaha Telkom, Mitratel, yang fokus pada bisnis tower akan menjajaki IPO,” ujar Tiko dalam webinar, Selasa (2/12/2020).

Menurut mantan Direktur Utama Bank Mandiri tersebut, IPO Miratel bakal memberi nuansa positif baik untuk investor luar negeri maupun dalam negeri. “Ini akan meramaikan pasar modal dan memberikan nuansa positif baik bagi investor dalam negeri dan luar negeri,” ujar dia.

Tiko mengatakan, rencana tersebut merupakan bagian dari deretan agenda aksi korporasi besar yang bakal dilakukan perusahaan-perusahaan pelat merah tahun depan. Selain IPO Miratel, menurut Tiko aksi korporasi besar lainnya termasuk integrasi BUMN yang berfokus pada pembiayaan sektor ultra mikro. Nantinya, BUMN seperti PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PMN dan PT Pegadaian (Persero) akan diintegrasikan di bawah naungan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).

Selain itu, pada Februari 2021 mendatang, merger bank syariah yang merupakan anak usaha Himbara bakal terealisasi. Merger bank syariah yang bakal menghasilkan perusahaan baru, yakni Bank Syariah Indonesia tersebut meliputi PT Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, dan BRI Syariah. “Sedang dalam proses dan terjadi di Februari merger tiga bank syariah Himbara menjadi Bank Syariah Indonesia,” pungkas Tiko. ***

Sumber: Kompas.com

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top