Headline

Triwulan III-2021, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diprediksi Turun

Dito Ganinduto/dpr

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Kalangan DPR memprediksi pertumbuhan ekonomi domestik akan lebih rendah dari sebelumnya paska penyebaran Covid-19 Varian Delta. Hingga Triwulan II-2021 perbaikan ekonomi terus berlanjut, terutama didorong oleh kinerja ekspor, belanja fiskal dan investasi non bangunan.

“Meski demikian, sejalan dengan kebijakan pembatasan kegiatan mobilitas yang harus ditempuh pemerintah untuk mengatasi pengingkatan penyebaran Covid-19 Varian Delta, maka pertumbuhan ekonomi pada triwulan III 2021 diperkirakan lebih rendah,” kata Ketua Komisi XI DPR, Dito Ganinduto dalam Rapat Kerja dengan Deputy Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, terkait Evaluasi Semester I Kinerja Bank Indonesia, Jakarta, Selasa, (14/09/2021).

Lebih jauh Dito mengungkapkan penurunan performa akan terjadi pada konsusimsi rumah tangga. Hal ini sebagai akibat terbatasnya mobilitas ditengah peningkatan stimulus bantuan sosial oleh pemerintah. Namun tetap menjaga kinerja ekspor yang diproyeksikan akan kembali meningkat pada Triwulan IV-2021.

Sepanjang kuartal I dan II-2021, lanjut Anggota Fraksi Golkar, Bank Indonesia (BI) telah melaksanakan berbagai bauran kebijakan untuk memperkuat ketahanan eksternal melalui peningkatan aliran masuk modal asing dan menjaga daya tarik aset kuangan domestik.

Dengan langkah-langkah stabilitas Bank Indonesia, pergerakan nilai rupiah relatif terkendali di tengah meningkatkan ketidakpastian keuangan global pada akhir triwulan 202. Inflasi tetap rendah, kondisi lilkuiditas tetap terjaga, karena didorong oleh kebijakan moneter yang akonodatif dan dampak sinergi antar Bank Indonesia dan Pemerintah dalam mendukung pemulihan eknomoni nasioal (PEN).

Ke depan, ketidakpastian masih akan tinggi yang diakibatkan oleh sinyal Tappering oleh AS, dan pemuluhan ekonomi global yang tidak merata tentunya harus kita waspadai bersama. Penangangan dari sisi kesehatan harus terus dilakukan, juga perlindungan sosial harus terus diperhatikan untuk masyarakat, termasuk dukungan terhadap UMKM dan korporasi.

Sementara itu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengungkapkan aktivitas ekonomi pada awal kuartal III/2021 sempat tertahan akibat dari kebijakan PPKM yang harus ditempuh pemerintah untuk mengatasi kenaikan kasus Covid-19 varian Delta.

“[Perbaikan] hal ini bisa dilihat dari indikator dini seperti mobilitas masyarakat, transaksi pembayaran melalui SKNBI dan RTGS, serta ekspor yang masih tumbuh positif,” katanya dalam Rapat Kerja bersama dengan Komisi XI DPR RI, Selasa (14/9/2021).

Lebih lanjut Destry menjelaskan sebelumnya pemulihan ekonomi Indonesia mulai menunjukkan hasil, tercermin dari ekonomi kuartal II/2021 yang tumbuh 7,07 persen secara tahunan, meningkat tajam dari kontraksi di kuartal I/2021 sebesar -0,71 prersen secara tahunan.

Perbaikan pada periode tersebut didorong oleh kinerja ekspor, konsumsi rumah tangga, investasi, dan konsumsi pemerintah. Bahkan, perbaikan pun terjadi di seluruh lapangan usaha. Di samping itu, neraca pembayaran Indonesia (NPI) tetap terjaga sehingga dapat terus mendukung ketahanan eksternal.

Defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) pada kuartal II/2021 tetap tercatat rendah, yaitu sebesar US$2,2 miliar atau mencapai 0,8 persen dari PDB Indonesia. “Hal ini ditopang oleh kinerja ekspor yang tinggi sejalan dengan kenaikan permintaan global dan harga komoditas dunia,” jelasnya. ***

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top