Industri & Perdagangan

Transaksi Gelaran TEI-VE 2020 Capai US$1,2 Miliar

Kompas.com

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Trade Expo Indonesia ke-35 Virtual Exhibition (TEI-VE) 2020 mampu meraih nilai transaksi prospektif sebesar US$1,2 miliar. Transaksi itu dinilai melampaui target yang ditetapkan yakni sebesar US$1 miliar. “Secara rinci, total transaksi US$1,2 miliar dollar AS tersebut terdiri dari transaksi barang dan jasa senilai US$1,1 miliar, serta transaksi investasi senilai US$110 juta,” kata Menteri Perdagangan Agus Suparmanto di Jakarta, Jumat (11/12/2020).

TEI-VE 2020 resmi ditutup seiring berakhirnya masa penayangan virtual showcase, setelah berlangsung sejak 10 November 2020 hingga 10 Desember 2020.

Lebih jauh kata Agus Suparmanto gelaran TEI-VE 2020 telah berjalan dengan lancar meski telah menghadapi beberapa tantangan baik dari sisi exhibitor, eksportir, pembeli, maupun penyelenggara.
“Target transaksi TEI kali ini 1 miliar dollar AS, dan alhamdullilah tercapai dengan capaian 1,2 miliar dollar AS,” tambahnya.

Dalam sebulan penyelenggaraan TEI-VE 2020 menghadirkan 690 pelaku usaha dan 7.459 pembeli. Para pembeli tersebut meliputi 3.352 pembeli dari 127 negara mitra dagang dan 4.107 pembeli lokal.

Adapun nilai transaksi barang dan jasa meliputi transaksi harian sebesar 124,75 juta dollar AS, business matching 435.280 dollar AS, serta nilai MoU barang dan jasa sebesar 967,13 juta dollar AS, yang mencakup perdagangan barang 941,13 juta dollar AS dan jasa (pekerja migran terampil) 26 juta dollar AS.

Sedangkan, nilai transaksi investasi berasal dari dua negara yaitu Jepang sebesar 100 juta dollar untuk produk palm oil mill effluents-POME, dan Mesir sebesar 10 juta dollar AS untuk pabrik joint venture.

Dikatakan Agus, Indonesia tetap akan menghadapi masa yang sulit 2021, karena pandemi Covid-19 dan resesi ekonomi di hampir seluruh negara dunia, termasuk Indonesia. Oleh sebab itu, dia berharap hasil yang diperoleh TEI-VE tahun ini dapat terus berkelanjutan.

“Di samping juga kami terus berupaya meningkatkan terobosan peningkatan ekspor nonmigas,” kata dia.

Adapun 15 negara terbesar yang melakukan transaksi pada TEI ke-35 adalah China senilai 505,01 juta dollar AS, Jepang 224,20 juta dollar AS, Mesir 147,20 juta dollar AS, Australia 95,42 juta dollar AS, Malaysia 21,40 juta dollar AS, Belanda 19,34 juta dollar AS, dan Filipina 16,01 juta dollar AS.

Kemudian ada Jerman 14,78 juta dollar AS, Amerika Serikat 10,62 juta dollar AS, India 9,49 juta dollar AS, Taiwan 6,87 juta dollar AS, Brasil senilai 5,77 juta dollar AS, Korea Selatan 4 juta dollar AS, Singapura 3,73 juta dollar AS, serta Hong Kong senilai 2 juta dollar AS.

Sementara 15 produk ekspor yang mencatat transaksi terbesar yakni palm oil 362,95 juta dollar AS, kertas dan produk kertas 244 juta dollar AS, makanan minuman dalam kemasan 157,55 juta dollar AS, produk kopi 78,14 juta dollar AS, kendaraan dan suku cadangnya 52,36 juta dollar AS, industri strategis 50,01 juta dollar AS, bumbu masak dan rempah 25,25 juta dollar AS.

Lalu produk kayu ringan 11,47 juta dollar AS, furnitur kayu 9,97 juta dollar AS, produk perikanan 9,24 juta dollar AS, furnitur rumah tangga 9,22 juta dollar AS, rempah-rempah 9 juta dollar AS, furnitur rotan 8,22 juta dollar AS, alas kaki 7 juta dollar AS, serta kerajinan kayu dan batu senilai 6 juta dollar AS. ***

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top