Pertanian

Tingkat Kesejahteraan Petani Jawa Timur Naik 0,18%

SURABAYA-Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur mengklaim tingkat kesejahteran petani di Wilayah Jawa Timur mengalami kenaikan. Berdasarkan laporan, Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur pada bulan Agustus 2016 naik 0,18 % dari 104,56 menjadi 104,74. Kenaikan NTP ini disebabkan kenaikan indeks harga yang diterima petani (It) lebih tinggi dari pada kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib).

Pada bulan Agustus 2016, dua sub sektor pertanian mengalami kenaikan NTP dan tiga sub sektor mengalami penurunan NTP. Kenaikan NTP terbesar terjadi pada sub sektor Peternakan sebesar 1,56 % dari 110,40 menjadi 112,12 dan sub sektor Tanaman Pangan sebesar 0,32 % dari 101,34 menjadi 101,66.

Sedangkan sub sektor yang mengalami penurunan NTP yaitu sub sektor Hortikultura sebesar 1,73 % dari 104,73 menjadi 102,93 diikuti sub sektor Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar 0,43 % dari 99,93 menjadi 99,50 dan sub sektor Perikanan sebesar 0,11 % dari 106,83 menjadi 106,71.

Sementara berdasarkan BPS pusat, NTP nasional Agustus 2016 sebesar 101,56 atau naik 0,17 % dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,30 %, lebih besar dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,13 %.

Pada Agustus 2016, NTP Provinsi Sumatera Selatan mengalami kenaikan tertinggi (1,61 %) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami penurunan terbesar (1,30 %) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.

Pada Agustus 2016 terjadi inflasi perdesaan di Indonesia sebesar 0,06 % disebabkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok konsumsi rumah tangga kecuali indeks kelompok bahan makanan.

Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Agustus 2016 sebesar 110,08 atau naik 0,05 % dibanding NTUP bulan sebelumnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top