Market

Tingkat Kesejahteraan Nelayan Jawa Timur Turun 0,45%

SURABAYA-Badan Pusat Statistik (BPS) Pemprov Jawa Timur mengungkap Nilai Tukar Nelayan (NTN) Jawa Timur bulan April 2017 turun sebesar 0,45 persen dari 118,79 pada bulan Maret 2017 menjadi 118,25 pada bulan April 2017. Penurunan NTN ini disebabkan karena indeks harga yang diterima nelayan turun sebesar 0,52 persen, lebih besar daripada penurunan indeks harga yang dibayar nelayan yaitu sebesar 0,06 persen.

Sepuluh komoditas utama yang mengalami penurunan terbesar indeks harga yang diterima nelayan adalah ikan kuniran, ikan tongkol, ikan kuniran, cumi-cumi, ikan layur/beladang, rajungan, ikan kurisi/kerisi, ikan tembang, ikan peperek, dan ikan bawal. Sedangkan sepuluh komoditas utama yang menghambat penurunan indeks harga yang diterima nelayan adalah ikan swanggi, ikan kembung, ikan belanak, udang, ikan layang, ikan lemuru, ikan kerapu, ikan ekor kuning, ikan cucut, dan ikan manyung.

Sepuluh komoditas utama yang mengalami penurunanan terbesar indeks harga yang dibayar nelayan adalah cabai rawit, bawang merah, ikan cakalang, buah jeruk, cabai merah, ikan selar, ikan mujair, gula pasir, cabai hijau, dan beras. Sedangkan sepuluh komoditas utama yang menghambat penurunan indeks harga yang dibayar nelayan adalah tomat sayur, bawang putih, solar, ikan lemuru, sawi, upah angkut ke TPI, biaya listrik PLN Gol. 1, kacang tanah, rokok kretek, dan buah salak.

Perkembangan NTN bulan April 2016 terhadap bulan Desember 2016 (tahun kalender Desember 2016) mengalami kenaikan sebesar 1,94 persen. Adapun perkembangan NTN bulan April 2017 terhadap bulan April 2016 (year-on-year April 2017) mengalami kenaikan sebesar 8,29 persen.

Dari enam provinsi di Pulau Jawa yang melakukan penghitungan NTN pada bulan Maret 2017, terdapat tiga provinsi yang mengalami kenaikan NTN dan tiga provinsi lainnya mengalami penurunan NTN. Kenaikan NTN terjadi di Provinsi Jawa Barat sebesar 0,79 persen, Provinsi DKI Jakarta sebesar 0,04 persen, dan Provinsi DI. Yogyakarta sebesar 0,02 persen. Adapun provinsi yang mengalami penurunan NTN adalah Provinsi Jawa Timur sebesar 0,45 persen, Provinsi Banten turun sebesar 0,49 persen, dan Provinsi Jawa Tengah yang mengalami penurunan sebesar 1,18 persen.

Indek Harga

BPS juga mengungkap indeks harga yang dibayar nelayan pada April 2017 dibanding Maret 2017 turun sebesar 0,06 persen dari 128,58 menjadi 128,50. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,29 persen sementara indeks harga biaya produksi serta penambahan barang modal BPPBM hanya naik sebesar 0,26 persen.
Perkembangan indeks harga yang dibayar nelayan April 2017 terhadap Desember 2016 (nilai tahun kalender Desember 2016) mengalami kenaikan sebesar 1,05%. Adapun perkembangan indeks harga yang dibayar nelayan bulan April 2017 terhadap April 2016 (year on year) mengalami kenaikan sebesar 3,41%.

Indeks harga Biaya Konsumsi Rumah Tangga bulan April 2017 dibanding bulan Maret 2017 turun sebesar 0,29 persen yaitu dari 141,68 menjadi 141,27. Hal ini disebabkan karena terjadinya penurunan pada kelompok Bahan Makanan sebesar 0,84 persen.

Sedangkan kelompok komoditas yang mengalami kenaikan adalah kelompok Perumahan yang mengalami kenaikan sebesar 0,43 persen, kelompok Kesehatan naik 0,24 persen, kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau naik 0,19 persen, kelompok Transportasi dan Komunikasi naik 0,17 persen, Kelompok Sandang naik 0,15 persen, dan kelompok Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga naik 0,01 persen.

Indeks harga Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) bulan April 2017 dibanding bulan Maret 2017 mengalami kenaikan sebesar 0,26 persen dari 113,84 menjadi 114,14. Kenaikan ini disebabkan karena terjadinya kenaikan pada kelompok Upah Buruh sebesar 0,63 persen, kelompok Transportasi naik 0,40 persen, dan kelompok Biaya Sewa dan Pengeluaran Lain naik sebesar 0,13 persen.

Sepuluh komoditas utama yang mengalami kenaikan terbesar indeks harga yang dibayar nelayan adalah tomat sayur, bawang putih, solar, ikan lemuru, sawi, upah angkut ke TPI, biaya listrik PLN Gol. 1, kacang tanah, rokok kretek, dan buah salak. Sedangkan sepuluh komoditas utama yang mengalami penurunan terbesar indeks harga yang dibayar nelayan adalah cabai rawit, bawang merah, ikan cakalang, buah jeruk, cabai merah, ikan selar, ikan mujair, gula pasir, cabai hijau, dan beras. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top