Nasional

The President Center Minta KPK Sikat Kartel Impor Bawang Putih

JAKARTA, Rencana Kementerian Pertanian RI yang mengizinkan impor 100.000 ton bawah putih, ditengarai ada mafia besar di belakang Menteri Amran Sulaiman. Padahal Presiden Joko Widodo tidak tahu soal impor tersebut, tapi izin impor itu sudah diterbitkan oleh Enggartiasto.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso pun sudah mengatakan, jika pemenuhan kebutuhan pangan menjelang Ramadhan 1440 H/2019 M, semua sudah terkendali, kecuali bawang putih. Tapi, tidak diberi izn impor, dan izin malah diberikan kepada kartel-kartel yang merongrong peemrintah selama ini.

Karena itu, The President Center meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ikut mengawasi impor bawang putih yang bernilai ratusan miliar rupiah tersebut.

“Bulog terkandala izin dari Kementan RI untuk impor itu. Inilah yang harus diawasi secara serius, karena akan menggerogoti pemerintahan Jokowi,” tegas Fahmy Hakiem, Sekretaris The President Center di Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Padahal, Bulog bertujuan untuk mengendalikan harga. Sebaliknya Kementrian Pertanian mengeluarkan RIPH (Rekomendasi Impor Produk Hortikultura) sebesar 100. 000 ton (total kuota) bukan kepada Bulog yang telah ditunjuk pemerintah, tetapi kepada tujuh perusahaan. Izin impor ini pun akan diberikan oleh kementrian Perdagangan sesuai dengan RIPH yang diberikan Kementerian Pertanian.

Perusahaan tersebut adalah PT Maju Makmur Jaya Kurnia, PT Setia Pesona Indoagro, PT Sinar Padang Sejahtera, PT Mahkota Abadi Prima Jaya, PT Bintang Alam Sukses, PT Semangat Tani Maju Bersama, dan  PT Satria Bima Nusantara.

Menurut Fahmy, ada pihak – pihak tertentu yang memainkan harga bawang putih menjelang Ramadhan ini. “Ini sangat merugikan masyarakat dan pemerintahan Jokowi. Bahkan kata Kabulog Budi Waseso (Buwas), ada tangan-tangan kuat yang lebih kuat dari Presiden, dalam izin impor bawang putih ini,” jelasnya.

Karena itu dia meminta Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) wajib menyelidiki izin impor tersebut. Mengapa Bulog bisa kalah dengan tujuh perusahaan itu? Kata Buwas, dari kemarin diputus harga bawang putih Rp 30 ribu/Kg, sekarang sudah Rp 40/Kg. Tapi, Bulog tetap tidak mendapat izin Impor. Ini kan aneh. Sudah dikuasai oleh kartel – kartel, sehingga pemerintah harus tegas dan KPK terlibat,” pungkas Fahmy lagi.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top