Nasional

Tertib Haji, Kemenag RI Bisa Optimalkan E-Haj

JAKARTA, Wakil Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umroh dan Haji (Himpuh), Muharom Ahmad meminta Kementerian Agama (Kemenag) RI mengoptimalkan haji elektronik atau e-Haj, agar semua jamaah haji terdaftar secara transparan dan lebih tertib.

“E-Haj itu untuk memastikan identitas, kapan keberangkatan, maktab, penerbangan, penginapan, hotel dan sebagainya. Juga untuk mewaspadai perusahaan atau travel haji dan umroh agar tidak menipu calon jamaah haji yang akan berangkat,” tegas Muharrom di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Selasa (15/8/2017).

Mengapa? Sebab, terjadinya jamaah haji ilegal selama ini akibat perusahaan atau travel yang memberangkatkannya hanya membelikan tiket keberangkatan, akibat keuangannya kacau. Sehingga kepulangannya juga kacau.

Caranya kata Muharrom, travel ini memulangkannya secara eceran. Seperti melalui AirAsia kalau ada 10 kursi kosong, maka jamaahnya dipulangkan dengan pesawat tersebut. Padahal, kalau mau jujur, patok saja harga Rp 1800 dollar AS untuk 9 hari dan bermalam di hotel bintang tiga.

Jamaah haji yang menunaikan ibadah haji di Mekkah itu antara lain mereka yang dapat visa haji dari pemerintah, WNI yang dapat undangan dari kerajaan Arab Saudi, dan warga negara asing yang daftar haji di Indoensia sesuai UU dan WNI di luar negeri yang dapat visa haji sesuai PP. No. 79 Tahun 2011.

Sedangkan yang ilegal menggunakan visa tenaga kerja atau visa turist.

Untuk itu kalau mau menambah kuota haji Muharrom mengusulkan Kemenag RI bisa lobi dengan keluarga kerajaan untuk menggunakan ribuan visa keluarga yang tidak dipakai haji. Visa itu dikelola oleh Malaky, kerajaan.

“Itu penting dengan kuota yang ada bisa ditambah, dengan menggunakan visa otoritas kerajaan dan keluarganya. Visa Jumlahnya ribuan, dan itu kalau tidak dipakai, maka bisa dipakai oleh jamaah haji Indonesia,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top