Nasional

Teroris, Ketua DPR RI Minta Masyarakat Waspadai Radikalisme

JAKARTA, Ketua DPR RI Setya Novanto menyayangkan segelintir orang yang tidak pernah berhenti untuk memberi rasa cemas, teror, dan ancaman kehidupan manusia, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Mereka tidak pernah menyadari jika mereka hadir dengan cara-cara yang tidak benar, salah, tidak simpatik, dan tidak berperikemanusiaan. Karena itu dia meminta masyarakat waspada terhadap paham radikalisme, anti kebhinnekaan, anti kemanusiaan yang akan menghancurkan negara ini.

“Tapi, saya sebagai pimpinan DPR RI mengapresiasi kinerja Polri, yang siap siaga selama 24 jam dalam menjamin rasa aman dari berbagai kekhawatiran yang setiap saat mengintai masyarakat. Bahkan saya melihat Kapolda Metro Jaya, Bapak M. Iriawan berada di garda terdepan di tempat kejadian perkara (TKP) memimpin langsung penanganan bom teroris dan memberitahu saya,” tegas Ketua Umum DPP Golkar itu dalam keterangannya pada wartawan di Jakarta, Rabu (21/12/2016).

Novanto sendiri mendapatkan kabar penemuan bom aktif di 2 rumah kontrakan dan 4 tersangka teroris yang 3 orang diantaranya tewas saat digrebek oleh petugas kepolisian itu dari Kapolda Metro Jaya, di Kelurahan Setu, Babakan, Tanggerang Selatan. Selain itu Novanto mendapatkan informasi telah ditemukan bom di bengkel mobil di Payahkumbuh Sumatera Barat, dan berhasil menangkap tersangka atau terduga teroris di sana.

Karena itu Novanto mengajak masyarakat terus waspada terhadap ancaman yang mengincar setiap saat tersebut. “Mereka mungkin ada di sekitar kita, tidak kita sangka dan tak diduga, tidak kita ketahui. Maka harus segera dilaporkan kepada kepolisian jika melihat orang-orang atau kegiatan-kegiatan yang mencurigakan, untuk mengantisipasi ancaman tersebut.

Selain itu kata Novanto, semua harus ingat dan menjalankan komitmen kebangsaan dimana sebagai anak bangsa harus menjaga kedaulatan NKRI dari ancaman perpecahan dan ancaman pemahaman agama yang radikal. “Program deradikalisasi dengan berbagai bentuknya harus senantiasa digalakkan dan disuarakan serta di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Menurut Novanto, radikalisme telah memasuki dan mengintai setiap sendi masyarakat yang rapuh akan pemahaman keagamaan dan kemanusiaan, sehingga mudah meggoyahkan kepentingan, keutuhan, persatuan dan kesatuan bangsa yang majemuk, bhinneka ini.

“Jadi, kita harus menujukkan kepada kita sendiri, sesama, dan generasi masa depan bahwa radikalisme adalah ancaman nyata dan sangat serius. Dan, menghadapinya harus dengan dukungan yang melibatkan seluruh komponen bangsa dengan seluruh daya, komitmen, dan kebangsaan yang kita miliki,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top