Perbankan

Terkait Rights Issue, Intan Fauzi Minta Aksi Korporasi BRIS Lebih Terperinci

Terkait Rights Issue, Intan Fauzi Minta Aksi Korporasi BRIS Lebih Terperinci

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM- Anggota Komisi VI DPR, Intan Fauzi meminta PT.Bank Syariah Indonesia, Tbk (BRIS) lebih memperjelas aksi korporasi ke depan. Hal ini terkait dengan penjualan 6 miliar saham seri B dengan nilai nominal Rp500 per saham atau maksimum senilai Rp5 Triliun. “Sehingga, kita bisa tahu arah corporate action BSI itu kemana tujuannya,” katanya dalam RDP dengan PT.Bank Syariah Indonesia, Tbk (BRIS) di Komisi VI DPR, Selasa (20/9/2022).

intan

Anggota Komisi VI DPR Intan Fauzi (Dok.Anjasmara)

Politisi PAN ini mempertanyakan apakah langkah aksi korporasi BRIS ini dalam rangka mengejar target sebagai Top 10 Global Sharia Bank dan sekaligus
mengejar permodalan (ekuitas) agar Capital Adequacy Ratio (CAR) perseroan dapat mencapai di atas 20% pada akhir 2025. “Meski begitu, saya tetap mengapresiasi berbagai rencana aksi korporasi yang akan dilakukan BRIS,” ujar Ketua PUAN lagi.

Selain itu, Legislator dari Dapil Jabar VI ini juga menyoroti masalah pembinaan UMKM yang memiliki kekhususan, misalnya berlebel halal. Masalahnya, ini terkait dengan dana-dana yang dihimpun dari sektor Amal, Zakat, Infaq dan Shodaqoh. “Hanya saja, pembinaan UMKM ini harus bersaing dengan berbagai BUMN lain dan Kementerian yang juga mengelola UMKM,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Utama BSI Heri Gunardi mengatakan BRIS akan segera melakukan rights issue. Adapun dana segar yang diharapkan melalui aksi korporasi tersebut senilai Rp5 triliun melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). “Terakit penggunaan rights issue Rp 5 triliun kami gunakan HMETD. Jadi, pemegang saham, yakni Mandiri, BNI, BRI memiliki hak lebih dahulu. Kalau tidak membeli, maka baru ditawarkan ke publik,” ujarnya dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR-RI, Selasa (20/9/2022).

Heri menyebut, dana hasil rights issue akan digunakan untuk pengembangan bisnis perusahaan dalam mendorong pertumbuhan pembiayaan dalam mencapai target.

“Akan digunakan untuk ekspansi bisnis. Pertumbuhan pembiayaan kita tinggi targetnya. CAR 17, sekian menuju CAR ke 22 % belum mampu ke 25%, tapi ke depan akan kejar ke situ,” tuturnya.

BSI akan meminta persetujuan pemegang saham terkait aksi korporasi ini dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 23 September 2022, pukul 14.00 WIB di Wisma Mandiri 1 Lantai 11, Jl M.H. Thamrin Kav. 5 Jakarta 10350. ***

Penulis : Iwan Damiri
Editor   : Eko

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top