Industri & Perdagangan

Terimbas Covid-19, Parta: Selamatkan Pengusaha Warteg Dari Kebangkrutan

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Kalangan DPR mengaku sedih mendengar kabar ribuan pelaku usaha UMKM, Warung Tegal (Warteg) gulung terimbas pandemi Covid-19. Pemerintah
perlu mencarikan solusi agar para pelaku UMKM tersebut dapat terselamatkan.

“Saya prihatin mendengar para pelaku usaha Warteg terancam gulung tikar. Prihatin karena mereka tulang punggung bagi keluarganya. Tak hanya itu mereka juga berkontribusi banyak terhadap perekonomian negeri ini,” kata Anggota Komisi VI DPR RI I Nyoman Parta kepada wartawan, Selasa (12/01/2021).

Parta sapaan akrabnya menekankan agar pemerintah memikirkan hal ini.

“Saya harap ada intervensi nyata dari pemerintah guna membantu para pelaku UMKM ini. Pemerintah mesti hadir dan memikirkan formulasi yang terukur untuk menyelamatkan mereka,” tandasnya.

Lebih lanjut Parta menyarankan agar gerai-gerai Warteg tersebut dilibatkan dalam penyediaan konsumsi bagi pasien-pasien Covid-19 yang tersebar disejumlah instansi, baik pemerintah maupun swasta. Hal ini sebagai salah satu solusi menyelamatkan mereka.

“Pemerintah mesti mengajak mereka untuk setidaknya memenuhi kebutuhan konsumsi bagi pasien-pasien Covid-19 disejumlah instansi. Upaya ini sebagai wujud bahwa negara hadir untuk menyelamatkan kondisi saudara-saudara kita yang tergabung dalam usaha Warteg,” tandasnya.

Parta mengatakan, setidaknya Pemerintah dapat mengurangi potensi negatif jika menolong UMKM ini.

“Bayangkan dari 20.000 gerai Warteg tersebut jika dirata-ratakan mempekerjakan empat orang berarti ada potensi menambah angka pengangguran yang cukup signifikan seandainya mereka benar-benar gulung tikar. Saya harap ini mesti jadi perhatian serius semua pemangku kebijakan. Hal itu diperlukan sebagai wujud bahwa negara hadir ditengah rakyatnya dalam keadaan apapun,” tegasnya.

Diketahui, Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara) mencatat ada 20.000 usaha Warteg di Jabodetabek yang berpotensi tutup operasional pada tahun ini.

“20.000 (Warteg) mau tutup di tahun ini karena tidak bisa memperpanjang kontrak sewa usaha, sekarang sudah 50%-nya. Mereka sudah hampir setahun dagangannya jauh dari harapan, sementara untuk memperpanjang kontrak mereka harus mengeluarkan modal investasi lagi,” kata Mukroni kepada detikcom, Selasa (12/1/2021). ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top