Market

Terimbas Covid-19, Ekonomi RI Berada Pada “Zona Merah”

Mulyadi/Kompas.com

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Pandemi Covid-19 yang cukup panjang telah memukul perekonomian Indonesia. Padahal kalangan DPR sudah mengingatkan pemerintah sejak tiga bulan lalu terkait dampak negatif terhadap ekonomi yang ditimbulkan Covid-19. “Ekonomi RI saat ini berada pada zona merah ekonomi. Sejak awal Maret 2020l, telah terjadi gelombang capital outflow di pasar modal,” kata anggota Banggar DPR RI Mulyadi dalam siaran persnya, Selasa (26/5/2020).

Lebih jauh anggota Fraksi Partai Gerindra ini menjelaskan bahwa kondisi ini terjadi karena investor asing melakukan nett sell terus menerus. Buntutnya nilai rupiah terkoreksi dan harga-harga bahan pokok cenderung naik.
“Ini akibat mulai goyahnya tingkat kepercayaan pasar karena lambatnya respon pemerintah menghadapi penyebaran virus Covid-19 ditambah statement-statement yang muncul dari pemerintah yang terkesan menganggap sepele pada saat itu,” terangnya.

Anggota Komisi V DPR ini mendesak pemerintah bukan saja memprioritaskan penyelamatan nyawa masyarakat, tapi juga menyelamatkan ekonomi nasional sebagai akibat akibat pandemi Covid-19.
Namun begitu, hal ini menjadi tugas bersama semua pihak, termasuk masyarakat sendiri.
“Karena zona merah pandemi di beberapa wilayah sudah mengakibatkan zona merah ekonomi di hampir seluruh wilayah,” tegas dia.

Saat ini yang perlu menjadi perhatian khusus dalam realokasi dan refokusing, lanjut Mulyadi adalah mengedepankan prinsip efisiensi dan efektifitas dalam setiap kebijakan anggaran. Termasuk menetapkan program prioritas anggaran, namun bisa dipertanggungjawabkan

Skala prioritas, kata Mulyadi lagi, yang terkait penanganan Covid-19 dan dampak sosial ekonomi masyarakat. Sehingga pada akhirnya bisa menyelamatkan dan menenangkan masyarakat.

“Karena kenyataan hari ini dampak pandemi telah melahirkan dampak ekonomi yang sangat merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Pakar pasar modal ini mengakui Pemerintah melalui Gugus Tugas Covid-19 dan Kementerian Kesehatan telah berjuang menjadi Garda terdepan menangani pandemi tersebut, Baik penanganan korban dan upaya untuk mengurangi penyebaran virus tersebut.

Mulyadi yakin, pandemi Corona bisa dilalui dengan catatan semua pihak bergotong royong dan saling percaya.

“Semua pemangku kepentingan, khusus tim medik, kita tetap beri penghargaan tertinggi sebagai Pahlawan kemanusian yang akan tercatat sepanjang sejarah kehidupan Bangsa,” pungkasnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top