Headline

Tercatat 24% Koperasi Di Malang Dalam “Kondisi Kronis”

MALANG-Pemerintah Kabupaten Malang mengakui sekitar 24% koperasi yang terdaftar dalam di daerahnya dalam kondisi tidak sehat alias “sakit”. Bahkan ditemukan ada 93 koperasi ternyata sakit parah. “Ada sekitar 300-an Koperasi dari total jumlah 1253 koperasi perlu dalam kondisi tidak sehat alias “sakit”. Yang tidak sehat ini kondisinya juga hidup segan mati tak mau, sehingga kami berupaya untuk membangkitkannya kembali agar bisa beroperasi lagi,” kata Ketua DPD Partai Nasdem Rendra Kresna Jawa Timur di Malang, Rabu (25/1/2017).

Menurut Rendra, pihaknya memiliki komitmen untuk tidak langsung menutup koperasi-koperasi yang kondisinya sakit tersebut, namun ia berusaha untuk membangkitkan kembali semangatnya dengan berbagai program, mulai pembinaan manajerial hingga pendampingan sampai koperasi tersebut benar-benar sehat dan mandiri.

Rendra mengemukakan sebelumnya juga tidak sedikit koperasi yang sakit, namun setelah dilakukan pembinaan dan pendampingan akhirnya mampu bangkit dan mandiri, seperti salah satu koperasi di Kecamatan Turen, yakni Koperasi Unit Desa (KUD). “Sekarang sudah bagus dan benar-benar sehat,” tambahnya.

Menurut Rendra, sejumlah koperasi yang akhirnya sakit tersebut, karena koperasi bersangkutan “nakal”, alias hanya ingin mendapatkan kucuran modal, baik dari pemerintah maupun pemilik modal, namun tidak memenuhi syarat berdirinya sebuah koperasi, termasuk keanggotaan.

Karena tidak memenuhi azas koperasi itulah, lanjut Rendra, akhirnya kolaps dan menjadi koperasi sakit. “Untuk menangani koperasi-koperasi yang nakal tersebut, kami sudah bekerja sama dengan lembaga terkait agar melakukan penertiban,” ujarnya.

Meski banyak koperasi yang sakit, kata Rendra, tidak sedikit koperasi yang mampu bertahan dan mandiri, bahkan berkembang sangat bagus, seperti koperasi wanita (kopwan) koperasi karyawan dan KUD. Dan, tidak sedikit koperasi di Kabupaten Malang yang tumbuh bersama usaha mikro, kecil, menengah (UMKM). “Harapan kami dengan adanya kebijakan kredit dari perbankan untuk UMKM tanpa agunan ini mampu menggerakkan perekonomian masyarakat dari sektor koperasi,” imbuhnya.

Sebelumnya UMKM maupun petani sangat sulit mengakses kucuran modal dari perbankan karena ada ketentuan agunan, sehingga mereka kesulitan modal dan susah berkembang,” urainya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top