Nasional

Demokrat Dukung Pansus Jiwasraya

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM – Wakil Ketua Umum Demokrat Syarief Hasan mendukung dibentuknya panitia khusus (Pansus) PT. Asuransi Jiwasraya, yang merugikan negara hingga Rp 13,7 triliun. Sehingga semua aspek terkait uang negara itu harus diungkap secara transparan.

“Persoalannya apakah pansus itu akan tetap dibentuk atau menunggu hasil kerja Kejagung RI, yang sudah menangani kasus Jiwasraya itu?” tegas Wakil Ketua MPR RI itu di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Selasa (7/1/2020).

Misalnya, kalau hasil kerja Kejagung ternyata tidak memuaskan, maka DPR RI membentuk Pansus. Yang pasti kata Syarief, DPR harus memberi kesempatan kepada Kejagung RI untuk menuntaskan kasus Jiwasraya tersebut.

Karena itu, semua faktor untuk mendukung terungkapnya kasus Jiwasraya tersebut harus dilibatkan. Termasuk PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) dan lain-lain. “Semua lembaga terkait harus dilibatkan, karena pengusutannya harus dilakukan secara komprehensif,” pungkasnya.

Sebelumnya Kejagung telah mencekal 10 orang berpergian ke luar negeri terkait kasus dugaan korupsi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero). “Saya baca inisialnya saja, HR, DYA, HP, MZ, DW, GL, ER, HH, BT, dan AS, jadi 10 orang,” kata Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Adi Toegarisman di Kantor Kejagung, Jakarta, Jumat (27/12/2019).
Dalam rapat kerja Menteri BUMN Erick Thohir dengan Komisi VI DPR RI Dirut Asuransi Jiwasraya Hexana Tri mengatakan jika Jiwasraya kini tengah berupaya mengembalikan dana polis melalui pencarian dana dari investor.

“Jumlah aset Jiwasraya hingga September 2019 yaitu 25,6 triliun, sementara utang yang harus dibayar mencapai 49,6 triliun rupiah,” jelas Hexana, Senin (16/12/2019).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top