Pertanian

Subsidi Pupuk Diusulkan Jadi Subsidi Langsung Hasil Pertanian

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Anggota Komisi VI DPR I Nyoman Parta menyarankan agar subsidi pupuk dan bibit yang selama ini diberikan pemerintah agar diganti menjadi subsidi langsung kepada hasil pertanian. Dengan kebijakan tersebut, maka para petani bisa menikmati langsung hasil panen dari pertanian. “Bila perlu pemerintah membeli hasil panen itu lebih mahal dari harga pasar, karena para petani inilah yang memproduksi pangan selama masa pandemi Covid-19,” katanya dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Pakar A. Prasetyantoko, SE. M.Sc. Ph.D; Yanuar Rizky; Dr. Enny Sri Hartanti di Jakarta, Senin (31/8/2020).

Parta menjelaskan para petani inilah yang bekerja keras selama pandemi Covid-19 berlangsung. Karena itu, sampai hari ini, tidak ada masyarakat yang tidak makan beras. Maka wajar seharusnya petani mendapatkan nilai dan penghargaan lebih tinggi. “Jadi dengan subsidi hasil panen itulah petani bisa menikmati subsidi langsung,” tambah anggota Fraksi PDIP.

Lebih jauh kata Parta, rata rata petani di Bali memiliki luas sawah tidak terlalu besar. Apalagi mereka sudah beralih dari pupuk organik ke pupuk kimia. “Kondisi tanahnya sudah berubah, demikian pula dengan unsur haranya, sangat rendah. Artinya, memang sudah tidak ideal lagi.Sehingga hasil panennya juga akan rendah,” terang Legislator asal Bali.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan, saat ini pihaknya sedang memperketat penyaluran pupuk bersubsidi. Pasalnya, anggaran subsidi tahun ini menurun.“Ada mekanisme yang sudah ditetapkan. Jadi kami tidak membagikan pupuk subsidi sembarangan. Dinas Pertanian akan memverifikasi data yang ada sehingga menjadi data yang valid,” kata Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, Kamis (11/6/2020), seperti dalam keterangan tertulisnya.

Mentan sendiri mengatakan itu untuk menanggapi petani di Kecamatan Kuranji, Kota Padang, yang menyatakan namanya tidak masuk dalam daftar penerima pupuk subsidi.

Lebih lanjut, Syahrul mengatakan, pupuk bersubsidi hanya didistribusikan kepada anggota kelompok tani, yang menyampaikan usulan kebutuhan pupuknya pada aplikasi elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (eRDKK), serta diverifikasi Dinas Pertanian setempat. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top