Market

Soal Rencana IPO, DPR: Negara Sudah Dapat Apa Dari Mitratel?

Soal Rencana IPO, DPR: Negara Sudah Dapat Apa Dari Mitratel?
Anggota Komisi VI DPR Fraksi Nasdem, Rudi Hartono Bangun/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Kontribusi PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) kepada negara dipermasalahkan DPR. Pasalnya langkah Mitratel ini dianggap belum jelas dan rinci dalam paparan terkait rencana anak usaha PT Telkom Indonesia, Tbk untuk IPO. “Ini tidak ada dalam paparan penjelasan Dirut Telkom dan Dirut Mitratel. Di sini hanya dipaparkan soal peningkatan Financial dan Flexibilitas, termasuk juga soal penjelasan posisi Independesi Mitratel,” kata Anggota Komisi VI DPR, Rudi Hartono Bangun dalam rapat Komisi VI DPR dengan Dirut PT Telkom Indonesia terkait rencana IPO Mitratel, beberapa hari lalu di DPR, Rabu (10/11/2021)

Lebih jauh Anggota Fraksi Nasdem ini mengaku belum melihat secara nyata sumbangsih BUMN telekomunikasi. “Sekarang ini negara sudah dapat apa dari Mitratel ini. Karena, terkait rencana IPO Mitratel ini, kita belum tahu apa saja dampaknya bagi negara ke depan. Pasalnya, yang dipaparkan ini adalah soal kinerja direksi dan kinerja perusahaan saja,” ujarnya.

Padahal, kata Rudi lagi, perusahaan Mitratel ini didirikan mulai dari sejak 1995 dan sudah dapat laba serta deviden. “Nah, rinciannya mana untuk negara?,” seraya mempertanyakan.

Biasanya, lanjut Rudi lagi, dalam sebuah perseroan terbatas, khususnya rangkuman terakhir, harusnya ada soal paparan program peduli lingkungannya dan bina lingkungannya,
“Hasil laba Mitratel ini lingkungan sekitar apa saja?? Tidak ada di sini. Jadi tidak ada cerita untuk negara dan rakyat, di sini,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Utama Telkom Indonesia Ririek Adriansyah mengungkapkan proses penawaran umum perdana saham anak usahanya tersebut sedang berlangsung dan saham perdana ini akan tercatat di bursa pada 22 November 2021.
“Salah satu keunggulan kami [Mitratel] memiliki pendapatan besar dengan backlog kontrak Rp30,7 triliun. Pertumbuhan revenue 17 persen dan EBITDA 36 persen pertumbuhannya tahunannya,” ungkapnya dalam Rapat Dengar Pendapat di Komisi VI DPR, Rabu, (10/11/2021).

Lebih lanjut kata Ririek, Mitratel memiliki 6 keunggulan dibandingkan dengan provider menara lainnya. Selain terdapat backlog kontrak, cakupan menara Mitratel berada di seluruh nusantara dengan 57 persen di luar Jawa. “Hal ini membuat Mitratel dapat mengelola kerja sama tambahan dari para penyewa menara telekomunikasi,” imbuhnya. ***

Penulis : Iwan Damiri
Editor   : Kamsari

 

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top