Perbankan

Soal Perry Warjiyo, Baru Fit and Proper Test Setelah Reses DPR

JAKARTA-Kalangan DPR belum bisa melakukan pembahasan calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) yang disodorkan Presiden Joko Widodo beberapa hari lalu. Alasannya hingga kini surat resmi presiden belum sampai Komisi XI DPR. “DPR RI saat ini masih sedang Reses, sehingga kami belum menerima surat resmi dari Presiden Joko Widodo,” kata anggota Komisi XI DPR Ni Putu Tutik Kusuma Wardhani kepada wartawan, Minggu (25/2/2018).

Rumors yang beredar calon tunggal tersebut adalah Perry Warjiyo yang sebelumnya menjabat Deputy Gubernur Bank Indonesia.
“Setelah kami menerima surat resmi nya, tentu Komisi XI DPR akan menindak lanjuti dengan Fit & Proper Test,” tambah anggota Fraksi Partai Demokrat.

Meski Perry merupakan kandidat yang berasal dari internal BI dan diyakini diterima oleh pasar, namun Komisi XI DPR tetap akan meminta penjelasan mengenai arah BI ke depan. “Di sana kami ingin mendengarkan Visi serta Misi nya untuk lebih memajukan BI ke depan dan bagaimana tantangannya,” ujar mantan Ketua Hipmi Buleleng.

Sementara itu anggota Komisi XI DPR lainya, Donny Imam Priambodo mengaku tidak mengetahui alasan Presiden Joko Widodo lebih memilih Perry Warjiyo ketimbang Bambang Brojonegoro meski Bambang dianggap lebih berpengalaman. Karena pernah menduduki jabatan Menteri Keuangan. “Sebaiknya ditanyakan langsung ke Presiden, karena itu hak prerogatif presiden. Tentu kita tidak tahu apa alasannya memilih Perry,” ungkapnya.

Yang jelas, kata anggota Fraksi Nasdem, tentu Presiden Jokowi punya sejumlah kajian dan kriteria dalam menentukan kandidat tersebut. “Mungkin ada pertimbangan-pertimbangan lainnya, yang kita tidak tahu,” tambahnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Melchias Markus Mekeng
mengaku surat pengajuan nama calon Gubernur Bank Indonesia (BI) pilihan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah diterima oleh Pimpinan DPR.”Iya (suratnya) sudah ada di pimpinan dewan,” ujarnya Sabtu (24/2/2018).

Saat dikonfirmasi terkait nama Perry Warjiyo, Mekeng menjelaskan, dirinya belum mendapatkan informasi terkait kepastian nama tersebut. “Saya dengarnya demikian, tapi saya belum liat sendiri. Suratnya kan belum ke Komisi XI,” pungkasnya.

Yang pasti masa kepemimpinan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo akan berakhir pada Mei 2018. Dia memastikan akan menyelesaikan segala tugasnya hingga masa kerjanya berakhir.
“Kalau kepemimpinan BI saya akan purnatugas di Mei 2018. Saya tentu fokus menyelesaikan tugas saya dengan baik,” ujar Agus di lingkungan BI, Jakarta, Jumat (26/1/2018).

Mantan Menteri Keuangan itu juga menjelaskan, nantinya selama masa transisi segala kebijakan bank sentral akan tetap berjalan dengan baik. Stabilitas makroekonomi dan seluruh bauran kebijakan juga akan tetap konsisten.

“Nanti transisinya akan dijalankan dengan baik dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan, stabilitas makroekonomi, dan seluruh bauran kebijakan BI akan tetap konsisten dari yang lalu sampai ke depan,” jelasnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top