Industri & Perdagangan

Soal Motor Skutik, Dugaan Aksi Kartel Yamaha-Honda Kuat

JAKARTA-Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menengarai terjadi tiga kali kenaikan harga motor Skutik 110-125cc merek Honda dan Yamaha dalam setahun, periode 2014. Dugaan tersebut diperkuat dengan adanya temuan tim investigasi terkait pengaturan harga skutik yang mengarah pada kartel. “Kami tetap berpendapat bahwa kenaikan tiga kali itu adalah indikasi permainan. Harga di sini ada yang sengaja dinaikan,” kata Salah satu dari tim investigator KPPU, Helmi Nurjamil di Jakarta, Selasa (6/9/2016).

Helmi menambahkan struktur yang menjadi alasan kenaikan harga tidak sesuai. Misalnya upah, dikatakan kenaikannya cuma sekali setahun sementara soal fluktuasi rupiah seharusnya sudah bisa diantisipasi dengan perencanaan perusahaan. “Berarti kan ada permainan di sana,” kata Helmi.

Pada persidangan pada Juli 2016 lalu, terlapor 1, Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) sudah pernah menjelaskan panjang lebar alasan tidak mungkin ada kartel. Saat itu diterangkan juga struktur komponen yang mendasari kenaikan harga produksi, di antaranya upah tenaga kerja dan fluktuasi nilai tukar rupiah. “Setidaknya dalam waktu setahun ya sekali aja dong naiknya. Kami mencatat pada 2014 ada tiga kali kenaikan dari Yamaha dan Honda, kami tidak bisa sebutkan persentasenya tapi rentangnya dalam kurun waktu itu Rp 400.000 – Rp 600.000,” paparnya.

Sebelumnya, Ketua KPPU Syarkawi mengindikasikan adanya komunikasi antara Yamaha-Honda guna bersekongkol pada 2013 dan 2014 lalu. KPPU sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan dua perusahaan itu. Sementara bukti-bukti yang didapat, berasal dari pemeriksaan selama setahun terakhir kepada Honda dan Yamaha.

KPPU juga menemukan adanya pergerakan harga motor skutik Yamaha dan Honda yang saling beriringan. Kenaikan harga motor skutik Yamaha selalu mengikuti kenaikan harga motor skutik Honda. “Sebenarnya, biaya produksi mereka itu cuma Rp7-8 jutaan, tapi kini dijual mahal (di atas Rp15 juta per unit). Mereka jual hingga dua kali lipat,” tegasnya

Idealnya, kata Syarkawi, mereka jual motor-motor skutiknya dengan harga Rp10 jutaan dengan asumsi margin yang diambil sekira 20 persen. “Sebenarnya angka itu cukuplah bagi mereka untuk mendapatkan keuntungan,” kata dia.

Persidangan saat ini masih bergulir. KPPU kini menunggu sanggahan dari kedua perusahaan tersebut yang diberikan waktu satu pekan ke depan. Proses persidangan akan berjalan selama tiga bulan, sebelum diputuskan apakah mereka terbukti bersalah atau tidak. “Setelah mereka berikan sanggahan, sidang akan dilanjutkan dengan pemeriksaan lanjutan,” pungkasnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top