Industri & Perdagangan

Smelter Konawe Diresmikan Jokowi, Mukhtarudin: Sumbangsih Besar Bagi Negara

Smelter Konawe Diresmikan Jokowi, Mukhtarudin: Sumbangsih Besar Bagi Negara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM–Presiden Jokowi baru saja meresmikan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) bijih nikel menjadi feronikel di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Dengan mengolah nikel menjadi feronikel, maka nilai tambah diprediksi meningkat hingga 14 kali lipat.

Menurut Mukhtarudin, pabrik yang memiliki kapasitas produksi lebih dari 1,8 juta ton per tahun tersebut sangat memberikan sumbangansih besar bagi negara. “Saya mengapresiasi, kita Komisi VII DPR tentu dukung ada apresiasi pemerintah untuk melakukan percepatan hilirisasi mineral di tanah air,” katanya kepada suarainvestor.com melalui pesan WhatApps (WA), Selasa, (28/12/2021).

Politisi Golkar ini pun berharap adanya pabrik smelter ini mampu meningkatkan perekonomian, melalui peningkatan investasi dan penciptaan lapangan kerja, tidak hanya masyarakat Sultra. “Bahkan diharapkan juga berdampak pada seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Jadi, kata Legislator Dapil Kalimantan Tengah, BUMN tambang dalam hal ini harus bergerak cepat, untuk menggenjot optimalisasi hilirisasi mineral. “Ya, jangan kalah dengan swasta,” tegas Mukhtarudin lagi.

Diketahui, Presiden Joko Widodo dalam peresmian pabrik Smelter bijih nikel di Sulawesi Tenggara, Senin, (17/12/2021), menegaskan Indonesia akan terus berupaya menghentikan ekspor bahan mentah, dengan menerapkan hilirisasi industri di dalam negeri.

Setelah penghentian ekspor bahan mentah nikel, kata Presiden, Indonesia akan menghentikan ekspor bahan mentah bauksit. “Hari ini kita melihat segera, akan kita resmikan smelter yang menghasilkan feronikel. Bayangkan, kalau kita hanya ekspornya dengan bahan mentah, Ini akan memberikan nilai tambah yang tidak sedikit dari bijih nikel yang diolah menjadi feronikel. Ini akan memberi nilai tambahnya meningkat 14 kali,” kata Presiden Jokowi.

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top