Nasional

SMA Labschool Jakarta Wakili Asia Tenggara Di HUMN 2017

JAKARTA-SMA Labschool Jakarta menjadi satu-satunya sekolah yang mewakili Indonesia, bahkan se-Asia Tenggara, yang mengikuti kegiatan HMUN (Harvard Model United Nations). Keikutsertaan SMA Labschool Jakarta dalam kegiatan HMUN ini merupakan yang ketiga kalinya, dimana jumlah peserta/siswa-siswi SMA Labschool Jakarta yang lolos seleksi semakin bertambah. “Awal keikutsertaan dalam HMUN ini, SMA labschool Jakarta mengirimkan sejumlah 12 orang. Kemudian yang kedua, yang berhasil lolos seleksi sejumlah 23 orang. Dan pada 2017 ini, SMA Labschool Jakarta dapat mengirimkan sebanyak 31 orang yang lolos seleksi untuk mengikuti kegiatan HMUN,” kata Guru Pendidikan Kewarganegaraan Agus Munandar yang didampingi Guru Bahasa Inggris Nuniek Qurniasih di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, Rabu (1/2/2017)

Menurut Agus, kehadiran siswa Labshool Jakarta boleh dikatakan prestasi yang membanggakan bagi sekolah. Karena akan bertemu dengan siswa/siswi dari sekolah-sekolah sedunia. “Adapun negara yang akan diwakili siswa-siswi SMA Labschool Jakarta dalam ajang HMUN kali ini adalah Angola dan Yaman,” tambahnya.

Agus berharap semoga keikutsertaan siswa Labschool dalam ajang Harvard MUN kali ini akan membawa nama baik dan harum bangsa Indonesia, dalam kancah simulasi sidang PBB berskala internasional.

HMUN merupakan konferensi simulasi sidang PBB, sebagai konferensi model simulasi sidang PBB yang tertua dan paling bergengsi di dunia, yang diperankan oleh para pelajar setingkat SMA dari seluruh dunia. Ada tida faktor yang menyebabkan HMUN menarik bagi pelajar dunia.

Pertama, HMUN diselenggarakan oleh salah satu universitas paling bergengsi dan berkualitas di dunia yakni Universitas Harvard. Kedua, HMUN merupakan model simulasi sidang PBB pertama atau yang paling tertua di dunia. Ketiga, HMUN menjadi ajang bertemunya para pelajar terpilih tingkat dunia untuk mendiskusikan, memperdebatkan, bersidang, mencari solusi dan berdiplomasi tentang isu-isu atau permasalahan global saat ini.

Simulasi sidang PBB atau MUN adalah simulasi sidang PBB yang bertujuan untuk melatih dan membangun kemampuan berdiplomasi, bersidang, berdebat, membuat resolusi, tehnik lobi, kepercayaan diri dan tentunya sarat dengan nilai-nilai keberagaman. HMUN pada tahun ini dilaksanakan dari tanggal 26 – 29 Januari 2017 di Hotel Sheraton dan Hotel Marriot, Boston – Amerika Serikat.

Sementara itu, Andhika Mayangsari mengaku delegasi dari Indonesia yang diwakili 31 orang siswa SMA Labschool Jakarta, merasa sangat antusias, bangga dan bersemangat mengikutinya. “Apalagi Harvard MUN kali ini merupakan simulasi sidang PBB pertama kali mereka ikuti yang berskala internasional,” ujarnya yang didampingi Syafa Syakina Noer.

Menurut Syakina, komisi ini adalah salah satu komisi yang delegasinya sangat banyak, dengan topik bahasannya terkait intervensi militer dalam konflik transnasional dan tentang pembangunan kapasitas negara-negara gagal.

Sedangkan pengalaman yang dialami Azzahra Motik Adisuryo, walaupun sangat susah karena peserta yang ratusan orang, tapi pada hari pertama berkesempatan menyampaikan pandangannya di depan sidang terkait isu-isu terorisme dalam komisi Special Session on Terrorism.

Lain hal dengan Muhammad Athar bersama Yudhistira Ghifari yang masih terus berusaha, agar ide-idenya bisa memengaruhi peserta lain dan ketua sidang dalam topik geopolitik dan isu-isu lingkungan hidup di komisi United Nations Environment Assembly.

Bahkan tahun ini SMA Labschool Jakarta berkesempatan bersidang dalam komisi Security Council (Dewan Keamanan PBB), sebuah komisi yang dianggap “berat”, sangat dinamis, cukup menegangkan dan berisikan negara-negara anggota dewan keamanan PBB.

Di komisi ini Labschool diwakili Satria Brunner dan Salsabila Tarigan, memperdebatkan topik terkait isu-isu bangsa Kurdi dan perang sipil Yaman yang sekarang sedang terjadi. Beberapa cerita siswa SMA Labschool Jakarta di atas adalah sedikit gambaran pelaksanaan Harvard MUN 2017 yang saat ini tegah berlangsung. “Para siswa meraih kesempatan belajar berdiplomasi, memerankan diri menjadi seorang diplomat, mengasah kecerdasan interpersonal, membuat resolusi konflik dan terpenting adalah mencoba memahami berbagai peristiwa-peristiwa penting di dunia saat ini kemudian mencari solusi bersama, meskipun berupa simulasi,” paparnya.

Siswa-siswi ini akan tersebar kedalam komite-komite dan
Siswa-siswi SMA Labschool Jakarta akan bersaing dengan siswa/i lain dari negara: Amerika Serikat, Australia, Austria, Bangladesh, Brazil, Kanada, China, Kolombia, Kosta Rica, Croatia, Dominican Republik, Ecuador, El Savador, Perancis, Jerman, Yunani, Guatemala, Honduras, India, Itali, Kuwait, Lebanon, Nepal, New Zealand, Pakistan, Peru, Puerto Rico, Korea Selatan, St. Mareen, Turki, Uni Emirat Arab, UK, dan Venezuela.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top