Nasional

Siswa SD Minta Tas Presiden Harus Jadi Perhatian Serius Pemerintah

JAKARTA – Adanya video siswa Sekolah Dasar (SD) di daerah Kalimantan yang sempat viral di media sosial karena meminta tas sekolah kepada Presiden Joko Widodo perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat maupun daerah.

“Kami Pendiri Yayasan Cerdas Indonesian meminta pemerintah pusat maupun pemerintah daerah menjadikan video siswa SD itu menjadi masukan untuk pemerintah dalam memperbaiki sistem pendidikan dan sarana prasana sekolah di Indonesia terlebih di wilayah terpencil dan di pelosok tanah air,” demikian Direktur Yayasan Cerdas Indonesia, Ariawan dalam keterangannya pada wartawan di Jakarta, Sabtu (8/4/2017).

Mengapa? Karena menurut Ariawan masih banyaknya sarana prasarana sekolah yang kurang memadai dapat menghambat program pemerintah untuk memaksimalkan pendidikan yang merata di seluruh indonesia.

“Sistem pendidikan yang baik harus diimbangi dengan fasilitas sekolah yang memadai, sehingga apa yang menjadi program dari pemerintah dapat dirasakan oleh seluruh anak bangsa,” ujarnya.

Selain itu kata Ariawan, pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR, DPD dan DPRD harus peka terhadap semua isu yang ada di daerah terlebih menyangkut pendidikan. “Video itu hanya merubakan sebagian kecil potret anak bangsa, dan saya yakin masih banyak hal serupa yang terjadi di daerah yang tidak muncul ke publik. Untuk itu eksekutif dan legislastif harus proaktif turun langsung ke daerah pedalaman yang ada di seluruh peslosok tanah air. Apalagi anggaran pendidikan (APBN dan APBD) mencapai 20 %, maka sangat disayangkan kalau pendidikan kita masih terbengkalai,” pungkasnya.

Sementara itu Juru Bicara Presiden Joko Widodo, Johan Budi mengungkapkan Presiden Jokowi telah mengutus tim untuk memberikan bantuan kepada anak-anak tingkat sekolah dasar di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat yang kekurangan perlengkapan sekolah.

“Presiden langsung memerintahkan kepada aparatnya, sekretaris pribadi untuk melihat dan mengeceknya secara langsung,” ujar Johan, Jumat (7/4/2017).

Johan Budi mengatakan tim yang memberikan bantuan tersebut telah berangkat sejak Kamis (6/4/2017) dan diperkirakan baru akan sampai dua hingga tiga hari kemudian. “Jakarta-Pontianak-Entikong-Sungkung, itu perlu lewat jalan darat menggunakan truk 6 jam, kemudian menggunakan sungai 7-8 jam setelah itu perjalanan darat 1 jam,” ujarnya.

Menurut Johan, bantuan yang dibawa kepada anak-anak SD di Kabupaten Bengkayang itu berupa buku tulis, alat tulis, tempat minum, crayon, sepatu, gambar peta Indonesia dan Atlas.

“Tetapi tidak hanya SDN 04 Sungkung saja, di daerah perbatasan itu Presiden juga meminta Sespri untuk mengirimkan timnya. Itu juga membantu SDN 09 di Senoleng, SDN 10 di Medeng, SDN 11 di Senebeh, kemudian juga SDN 07 di Kaput,” ungkapnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top