Nasional

Setjen MPR: Tantangan Empat Pilar Makin Berat Di Kalangan Melenial

JAKARTA, SSUARAINVESTOR.COM – ekretaris Jenderal MPR RI Ma’ruf Cahyono menegaskan jika tantangan mengamalkan nilai-nilai empat pilar MPR RI (Pancasila, UUD NRI 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI) ke depan makin berat. Khususnya di kalangan melenial. Karena itu diperlukan kemasan baru yang sesuai dengan perkembangan generasi melnial.

“Menuju Indonesia maju 2045 selain bonus demografi, dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dalam membangun karakter kebangsaan dan menyintai NKRI di kalangan melenial itu merupakan tanggung jawab bersama,” tegas Ma’ruf Cahyono saat membuka Forum Tematik Bakohumas ‘Peran MPR Dalam Memassyarakatkan Nilai-Nilai Empat Pilar Agar Terinternalisasi Di Kalangan Melenial’ di Kompleks MPR RI Senayan Jakarta, Selasa (19/11/2019). Hadir Kabag Humas MPR RI Siti Fauziah dan lain-lain.

Hadir Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Prof Widodo Muktiyo, Kabag Humas MPR RI Siti Fauziah, dan Plt Kabag Pemberitaan, Hubungan Antar Lembaga dan Layanan Informasi Budi Muliawan. dan lain-lain.

Karena itu, Ma’ruf minta seluruh Humas lembaga negara harus mampu menangkap kecenderungan kehidupan generasi melenial saat ini agar tetap memiliki karakter kebangsaan melalui sosialiasi empat pilar MPR RI yang kekinian.

Menurut Ma’ruf, sosialisasi empat pilar MPR RI selama ini sesuai dengan perintah UU No. 17 tahun 2014 tentang MD3 (MPR,DPR,DPD dan DPRD). Di dalam UU itu MPR mendapat tugas mensosialisasikan Empat Pilar MPR (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika).

Tentu kata Ma’ruf, MPR RI tidak bisa berjalan sendiri tanpa melibatkan lembaga lain dan masyarakat. Misalnya MPR telah menggelar acara cerdas cermat tingkat SLTA dan Perguruan Tinggi, ada sholawat empat pilar MPR RI, sosialiasi dengan para blogger, dan lain-lain.

“Dari proses itu faktanya banyak anak-abak yang tidak hafal dengan sila-sila Pancasila. Lalu, bagaimana bisa memaknai Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonsia, Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Selurhuh Rakyat Indonesia?” tanya Ma’ruf.

Karena itu MPR RI ingin mendapat masukan dari seluruh Humas Kelembagaan Negara melalui acara ini. Misalnya, di era digitalisasi dimana dengan handphone (Hp) di tangan semua kebutuhan yang positif dan negatif bisa diakses.

Nah, kata dia, bagaimana nilai-nilai empat pilar MPR RI itu bisa ditemui dan diakses oleh kalangan melenial. “Sehingga jika kita bertemu dengan siapa saja, kapan saja, dan dimana saja semuanya serba NKRI. Seperti Wayangan di Purwokerto, Jawa Tengah, semua orang dan semua umur itu duduk rapi, khusyu’, diam, dan tak ada yang bicara, tanpa diperintah hanya untuk menyaksikan Wayang,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top