Perbankan

Sepanjang 2023, Bank Mandiri Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sekitar 5,04 Persen

Sepanjang 2023, Bank Mandiri Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sekitar 5,04 Persen
Kantor Bank Mandiri/Foto: Dok Suarainvestor

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COMBank Mandiri memprediksi bahwa perekonomian Indonesia tetap resilien meski menghadapi volatilitas pada 2023. Hal itu ditunjukkan berbagai faktor, yakni pertumbuhan ekonomi Indonesia yang relatif stabil pada kisaran mendekati 5 persen sampai 5 persenan, inflasi yang terkendali dan surplus neraca perdagangan. “Dari berbagai tantangan yang ada di tahun 2023 telah terbukti bahwa ekonomi Indonesia sudah cukup resilien,” kata Direktur Treasury and International Banking Bank Mandiri, Eka Fitria di Jakarta, Selasa, (19/12/2023).

Menurut Eka, ada berbagai tantangan pada 2023 antara lain ketegangan di Timur Tengah, perang antara Rusia dan Ukraina, dan kondisi suku bunga acuan global yang tinggi dan bertahan lama. Kemudian, ada perlambatan ekonomi Tiongkok yang memengaruhi pertumbuhan Indonesia karena Tiongkok merupakan mitra dagang utama dari Indonesia. “Walaupun di bulan triwulan ketiga agak sedikit di bawah 5 persen dibandingkan triwulan 2, namun masih adanya beberapa investasi terkait dengan infrastruktur dan juga konsumsi yang relatif cukup sehat secara domestik tentunya masih menjadi salah satu motor akselerasi pertumbuhan Indonesia,” ujarnya.

Lebih jauh Eka menjelaskan  surplus neraca perdagangan masih relatif baik sebesar 33,63 miliar dolar AS, dipengaruhi oleh normalisasi harga komoditas di tengah ekonomi global yang cenderung mengalami perlambatan. Inflasi Indonesia masih terkendali pada kisaran 2 persen hingga 4 persen sesuai dengan target Bank Indonesia di mana laju inflasi umumnya masih pada kisaran 2,86 bahkan inflasi intinya di kisaran 1,87 persen. “Kita harapkan pengelolaan pasokan yang baik terutama di saat isu krisis pangan saat ini, distribusi yang cukup lancar dan penanganan sistem pangan yang cukup komprehensif akan menjadi kunci utama untuk menjaga tingkat inflasi ini,” terangnya.

Di sisi lain, lanjut Eka, bahwa ruang kinerja fiskal masih besar untuk dapat terus mendukung dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia karena sampai dengan pertengahan Desember 2023 baru mencatatkan defisit sebesar 0,17 persen. Bank Mandiri memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,04 persen sepanjang 2023 yang didorong oleh peningkatan konsumsi rumah tangga, investasi serta belanja pemerintah. Sementara inflasi di 2023 diperkirakan sebesar 3 persen. Selanjutnya, bank tersebut memperkirakan pada 2024 perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,06 persen dan inflasi 3,19 persen. ***

Penulis     :   Iwan Damiri

Editor       :   Kamsari

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top