Perbankan

Sepanjang 2023, Bank IBK Raup Laba Bersih Rp187 Miliar

Sepanjang 2023, Bank IBK Raup Laba Bersih Rp187 Miliar
RUPSLB PT Bank IBK Indonesia Tbk (AGRS), Selasa, 13 Februari 2024/Sumber Foto: Dok Bank IBK Indonesia

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM
PT.Bank IBK Indonesia Tbk (IBK Bank) mencatatkan kinerja yang positif sepanjang 2023, bahkan tercatat laba bersih IBK Bank menembus Rp187 miliar. Kinerja laba emiten berkode AGRS meroket 80 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp103 miliar. “Selaras dengan perekonomian Indonesia yang terus mengalami pemulihan, Perseroan berhasil mencatatkan performa positif,” kata Direktur IBK Bank, Lee Dae Sung di Jakarta, Selasa, (13/2/2024).

Lebih jauh Lee Dae Sung menambahkan bahwa kinerja aset juga mengalami pertumbuhan menjadi Rp19,4 triliun atau tiga kali lipat sejak perseroan pertama kali berdiri. “Aset kami semakin tumbuh setiap tahun. Target jangka panjang kami untuk aset total adalah Rp50 triliun, dan profit itu adalah Rp1 triliun pada tahun 2030,” ungkapnya.

Di tengah tantangan ekonomi, perseroan dinyatakan mampu meningkatkan penyaluran kredit sebesar 16,5 persen secara year on year (YoY) menjadi Rp9,4 triliun, dibandingkan tahun sebelumnya yaitu Rp8,1 triliun. Pertumbuhan kredit tersebut didukung rasio Non Performing Loan (NPL) Gross yang masih sangat terjaga di angka 1,48 persen dan NPL Nett 0,95 persen.

Melihat dari sisi liabilitas, Dana Pihak Ketiga (DPK) turut mengalami peningkatan sebesar 6,13 persen menjadi Rp8,9 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp8,4 triliun. “Target jangka panjang kami untuk aset total adalah Rp50 triliun, dan profit itu adalah Rp1 triliun pada tahun 2030,” papar Lee lagi.

Dalam kesempatan itu, dilaporkan pula hasil dari keputusan RUPSLB, di antaranya menyetujui pengunduran diri Cha Jae Young dari jabatan sebagai Direktur Utama Perseroan, dan digantikan oleh Oh In Taek.

Proses penilaian kemampuan dan kepatutan Oh In Taek telah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Desember 2023. Sementara itu, untuk susunan Dewan Komisaris Perseroan tidak mengalami perubahan.

Perseroan telah pula menyetujui rencana aksi korporasi berupa penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau Right Issue VI.

Dalam RUPSLB, pemegang saham sudah menyetujui rencana Right Issue VI melalui penerbitan saham sebanyak-banyaknya 11,70 miliar lembar saham dengan nilai nominal Rp100 per saham.

Penambahan Modal dengan HMETD Perseroan ini diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan, sehingga dapat menambahkan kemampuan Perseroan meningkatkan kegiatan usaha, kinerja, serta daya saing bisnis dalam dunia perbankan.***

Penulis : Iwan Damiri
Editor   : Kamsari

 

BERITA POPULER

To Top