Infrastruktur

Senator Diminta Bangun Rumah Ibadah di Daerahnya

BOGOR-Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang (OSO) mengajurkan kepada semua anggota DPD RI di tiap daerah pemilihannya membangun rumah ibadah, terutama di daerah-daerah terpencil. Hal ini penting untuk menumbuhkan semangat keagamaan di masyarakat melalui infrastuktur keagamaan.

“Saya menganjurkan semua anggota DPD di tiap daerah mencanangkan di tiap daerahnya, terutama daerah terpencil membangun rumah ibadah. Itu bukan hanya masjid, tapi yang Kristen, yang Hindu, yang Budha, juga melakukan hal yang sama,” kata OSO pada peresmian Masjid Raya Bait Nusantara, di Komplek Tiara School Graha Prima, Kelapa Nunggal, Kecamatan Jonggol, Bogor, Jumat (13/10/2017).

Menurut OSO, pembangunan rumah ibadah di daerah sangat penting dan bermanfaat, apalagi di daerah pelosok yang membutuhkan. Seperti pada masjid yang diresmikan kali ini, pembangunannya dirintis oleh Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono selama enam tahun melalui yayasan Nurani Nusantara Sejahtera.

“Saya senang jika tiap daerah provinsi juga seperti ini, semoga ke depan anggota DPD RI lainnya bisa mengikuti jejak Pak Nono untuk membangun rumah ibadah, bukan hanya mesjid tapi juga rumah ibadah lain yang dibutuhkan oleh masyarakat di daerah,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono mengatakan perlu kegigihan bagia siapapun termasuk para senator sebagai wakil rakyat dari daerah untuk memberdayakan masyarakat di sekitarnya melalui sarana rumah ibadah. Tak hanya bermodal semagat, tetapi juga keikhlasan dari seseorang sangat dituntut untuk mewujudkan cita-cita membangun rumah ibadah.

“Ketika muncul ide membangun masjid enam tahun lalu, mungkin sama dengan kebanyakan pertanyaan orang, bagaimana saya mengumpulkan dananya. Tapi jalannya ada saja, tiba-tiba Pak Bambang Hendarso Danuri, mantan Kapolri menyumbang dan dia yang pertama kali memberi sumbangan sebesar Rp 50 juta ketika itu, lalu diikuti banyak orang. Jadi modal terbesarnya adalah dari hati nurani kita dulu,” katanya memberi kiat.

Ketua PB Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj dalam ceramahnya menekannya pentingnya pembangunan infrastruktur agama melalui budaya. “Budaya harus kita jadikan infrastruktur agama. Jadi agama dibangun oleh budaya yang kuat,” ujarnya.

Ia mencontoh penggunaan motif batik yang merupakan budaya Indonesia dengan baju gamis yang identik dengan budaya negara-negara Arab, kemudian digunakan untuk beribadah seperti melakukan ibadah. Berarti pengguna baju batik itu telah menguatkan budaya sebagai infrastruktur agama.

“Baju batik itu budaya Indonesia, budaya nusantara. Lalu kita gunakan untuk sholat. Tidak salah. Yang salah itu, kalau baju gamis untuk demo. Jadi menggunakan tameng agama untuk politik. Itu yang tidak benar. Itulah maknanya budaya kita jadikan sebagai infrastruktur agama,” tegasnya.(nto)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top