Nasional

Sekjen PeranNU: Anies Santri Cerdas dan Bisa Memajukan Bangsa

Sekjen PeranNU: Anies Santri Cerdas dan Bisa Memajukan Bangsa
Dari kiri ke kanan, Mantan Ketum PBNU KH.Said Aqil Siradj, Sekjen PeranNU Mulyadin Permana, Anies Baswedan, Ketum PeranNU Andi Jamaro dan Ketua DPP Partai Nasdem, Effendi Choirie/Foto: Dok PeranNU

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM– Gerilya politik para calon presiden mendekati Pemilu 2024 semakin intens, bahkan rajin mengunjungi ulama NU guna meraih suara warga nahdliyin. Tak terkecuali, Capres dari Partai Nasdem, Anies Baswedan yang terus merapat dan mendekati para tokoh dan Ulama NU, yakni Mantan Ketua umum PBNU, Prof Dr KH.Said Aqil Siradj. “Kita doakan Anies Baswedan agar bisa meraih mimpi dan cita-citanya menjadi nyata, sebagai seorang presiden,” kata Mantan Ketum PBNU, KH Said Aqil Siradj saat menerima Anies Baswedan di Ponpes Luhur Tsaqofa, Ciganjur Jakarta, Kamis (23/3/2023).

Hadir pula, Ketua umum PeranNU, Andi Jamaro Dulung, Sekjen PeranNU, Mulyadin Permana, Wakil Ketua umum Partai Nasdem Ahmad Ali dan Ketua Partai Nasdem Wilayah DKI dan Banten, Effendy Choirie. “Apalagi Anies adalah seorang yang santri yang nasionalis dan nasionalis yang santri,” ujarnya lagi.

Dalam sambutannya Kiai Said menceritakan sosok Anies Baswedan dan kisah perjuangan Kakek Anies, yakni Abdurrahman Baswedan yang merupakan pahlawan nasional.

Sementara itu, Sekjen Peran NU, Mulyadin Permana mengaku kehadirannya sebatas mendampingi Anies Baswedan dan sekaligus menyambungkan dengan Mantan Ketum PBNU, KH. Said Aqil Siradj (mantan Ketua Umum PBNU) untuk bersilaturami.

Ditanya wartawan apakah silaturahmi Anies Baswedan terkait dukungan Pilpres 2024, Mulyadi menegaskan tidak ada kaitannya dengan hal itu, karena ini silaturahmi biasa yang dilakukan seorang santri kepada ulama. “Hal yang lumrah silaturahmi, tidak ada dukung mendukung,” tegasnya.

Sedangkan saat dialog dengan para santri, Anies Baswedan menyampaikan bahwa santri untuk tidak takut bermimpi setinggi langit dan berusaha meraih mimpi dengan belajar/menempa diri secara sungguh-sungguh.

Anies menganalogikan antara Permata dan Batu Bara yang sama-sama berasal dari bahan, pada waktu dan tempat yang sama. Bedanya hanya pada saat proses. Permata melalui proses yang sangat keras dan ditempa dengan berbagai tekanan yang kuat, sementara batu bara tidak. “Permata dihargai dan ditakar per gram sedangkan batu bara dihitung per ton. Maka, para santri harus menjadi seperti permata yang melalui tempaan di Ponpes,” terangnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menasehati para santri untuk mengerjakan sesuatu harus lebih dari biasanya. Diberi 5 soal, kerjakan 7, disodorkan 7 soal, kerjakan 9, dst. Disuruh baca 10 halaman, tapi bacalah 15 halaman sehingga mendapatkan lebih.

Anies mendorong para santri untuk berorganisasi apapun posisinya. Semua posisi ada kegunaannya masing-masing yang suatu saat akan dirasakan manfaatnya. Ia bercerita tentang pengalamannya berorganisasi sejak kelas 1 SMP. Dirinya hanya mendapatkan posisi sebagai anggota divisi kepedulian masyarakat yang dianggap orang, bahwa posisi yang sangat tidak penting.

Ternyata dari posisi itu ia mendapatkan pengalaman publik speaking paling banyak karena harus mengumpulkan sumbangan setiap ada keluarga siswa yang meninggal dan menyerahkan uang santunan secara langsung kepada keluarganya.

Mendengar berbagai kisah yang diceritakan oleh Anies kepada para santri, Sekjend PeranNU menyampaikan bahwa Anies sangat cerdas dan berpengalaman, bahkan bisa menjawab semua pertanyaan para santri dengan kisah hidupnya yang inspiratif, memotivasi, dan menyemangati santri untuk menjadi generasi hebat.

Menurut saya, hanya Anies yang bisa inspiratif menjelaskan pengalaman yang mengagumkan di dunia akademik. Memotivasi generasi muda, siswa, santri, mahasiswa untuk menggapai mimpi memajukan bangsa Indonesia dengan kemampuan yang kita miliki. Seperti cerita Anies tentang JIS yang dibangun oleh para insinyur Indonesia yang saat ini menjadi bahan studi teknik membangun stadion bertaraf internasional yang bisa buka tutup atapnya di Asia bahkan seluruh dunia.***

Penulis : Budiana
Editor   : Budiana

 

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top