Industri & Perdagangan

Sejumlah UKM Korban Lapindo Bangkrut

JAKARTA-Sejumlah pengusaha UKM korban lumpur Lapindo nasibnya kini malah merana, alias bangkrut. Malah para UKM tersebut ada yang jatuh miskin dan tak berdaya secara ekonomi. Sebagian sakit-sakitan dan bahkan ada yang sudah meninggal dunia. “Mereka tak mampu lagi membuka usaha baru. Seharusnya ada perhatian agar segera mengganti kerugian mereka,” kata anggota DPR RI dari dapil Jatim I Bambang Haryo Soekartono dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (27/9/2016).

Menurut Bambang, Lahan usaha mereka sudah tenggelam ditelan lumpur. Sehingga ikut menenggelamkan harapan para pengusaha UKM tersebut. Utang perbankan tak mampu dilunasi dan piutang mereka juga tak dapat ditagih. “Presiden Jokowi juga tidak konsisten dengan ucapannya yang akan mengganti semua kerugian warga dan pengusaha terdampak lumpur,” jelas anggota Komisi VI DPR.

Hingga kini, kata Bambang, para UKM itu belum mendapat ganti rugi. padahal pemerintah menjanjikan alokasi ganti rugi dalam APBN 2015 dan 2016. Ternyata, janji itu tak pernah terealisasi. Padahal, MK dalam putusannya tahun 2013 telah mengamanatkan agar pemerintah segera melunasi ganti rugi khusus untuk para pelaku UKM. “Ada 30 pengusaha UKM yang belum menerima ganti rugi dari pemerintah. Padahal, mereka jelas menjadi korban yang usahanya tertimbun luapan lumpur. Mereka sebenarnya berjasa telah membuka begitu banyak lapangan kerja untuk masyarakat setempat,” tuturnya

Politisi Partai Gerindra ini, menjelaskan, ada Rp 700 miliar, nilai ganti rugi untuk para pengusaha UKM yang belum direalisasikan pemerintah. Ia berharap, pemerintah bisa terus mendesak PT. Lapindo Brantas yang merupakan perusahaan Grup Bakri, untuk segera memberi ganti rugi. “Sebenarnya pemerintah ingin mengalokasikan ganti rugi dalam APBN 2015. Tapi, kemudian mundur sampai APBN 2016. Ironisnya, dalam APBN 2016 dan RAPBN 2017 juga tidak dianggarkan,” kilah Bambang lagi. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top