Industri & Perdagangan

Saudi Larang Penerbangan Asing, Sudewo: Jadikan Momen Turunkan Angka Covid-19

Saudi Larang Penerbangan Asing, Sudewo: Jadikan Momen Turunkan Angka Covid-19

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Larangan Pemerintah Arab Saudi terhadap aktivitas penerbangan dari 20 negara tentu membuat aktifitas Umroh ikut terganggu.

Namun demikian kalangan DPR meminta agar Indonesia menjadikan kesempatan ini untuk ikut menurunkan kencangnya pertambahan Covid-19 di dalam negeri. “Kami mendorong pemerintah supaya laju pertambahan Covid-19 ini alami perlambatan,” kata Anggota DPR Komisi V DPR Sudewo ditemui wartawan disela-sela rapat kerja dengan Menhub Budi Karya Sumadi, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Kepala BNPP Bagus Puruhita yang membahas musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di Jakarta, Rabu (3/2/2021).

Hanya saja, Politisi Gerindra ini juga minta pemerintah dapat memahami mengenai kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintahan Arab Saudi. Tentu dalam kondisi yang terjadi saat ini sebaiknya pemerintah menyesuaikan diri dengan kebijakan tersebut. “Karena memang situasi semacam ini kita menyesuaikan saja,” ucapnya lagi.

Legislator dari Dapil Jateng III ini mendorong agar program vaksinasi yang dilakukan Pemerintah Indonesia lebih digencarkan lagi. Hal tersebut supaya meningkatkan kepercayaan dunia, termasuk Arab Saudi sehingga bisa membuka akses lagi untuk WNI ke sana.

“Vaksinasi dilaksanakan lebih luas lagi dengan demikian arab saudi nanti akan membuka kembali warga negara kita untuk kesana,” tandasnya.

Sebelumnya, Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengatakan, pelarangan itu terkait dengan kondisi pandemi Covid-19. “Kemarin siang, selasa, otoritas Saudi sudah infokan kepada kami terkait hal tersebut,” kata Agus melalui keteranganya, Rabu (03/02/2021).

Pada 20 daftar negara tersebut, selain Indonesia, Arab Saudi melarang penerbangan dari Argentina, Uni Emirat Arab, Jerman, Amerika Serikat, Irlandia dan Italia.

Kemudian, Pakistan, Brazil, Portugal, Inggris, Turki, Afrika Selatan, Swedia, Switzerland, Prancis, Lebanon, Mesir, India dan Jepang.

Kendati demikian, pelarangan dari Pemerintah Arab Saudi menyatakan bila larangan tersebut tidak berlaku bagi warga negara Saudi, diplomat dan praktisi kesehatan beserta keluarganya. ***

 

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top