Market

SAS Itu Keniscayaan Bagi Masa Depan NU

SAS Itu Keniscayaan Bagi Masa Depan NU
Muhammda Lukman Edy, Kader Muda Nahdlatul Ulama/Foto: istimewa

LAMPUNG, SUARAINVESTOR.COM-Memasuki hari kedua Muktamar NU ke-34, arus dukungan ke Calon Ketua Umum KH Said Agil Siradj makin tak menguat. “Secara perlahan, kader-kader NU makin menyadari bahwa SAS itu merupakan pilihan yang tetap memimpin organisasi NU yg besar seperti ini. Dan beliau sudah menunjukkan levelnya sebagai pengawal faham keagamaan Aswaja sekaligus pengawal NKRI,” ujar Lukman Edy, kader Nahdliyyin ditemui suarainvestor.com yang juga pendukung utama pencalonan SAS sebagai Ketum PBNU periode 2022-2027 itu, Kamis, (23/12/2021).

Menurut Tim Pemenangan SAS itu, tantangan dan peluang yang bisa dihadapi NU itu cukup besar dan sangat potensial, “Sebesar jumlah warganya yang mencapai sekitar 50% dari populasi umat Islam di Indonesia. ” Jadi, sangat wajar jika pimpinan tertinggi di lingkungan Nahdlatul Ulama itu menjadi salah satu posisi yang strategis bagi NU, juga bagi pihak lain sehingga forum seperti Muktamar NU juga dapat atensi dari banyak kalangan.”

Selain tantangan klasik seperti sektor pendidikan, kesehatan dan perekonomian, NU juga menghadapi pesatnya perkembangan teknologi, termasuk bidang teknologi informasi.

Menurut LE, sapaan akrabnya, SAS sudah berkomitmen bersama timnya untuk menjadikan fase 2022-2027 sebagai landasan bagi NU menuju target Indonesia Emas 2045. “NU punya andil besar untuk menopang tercapainya target pemerintah 2045 itu. Grand Design seperti inilah yang tengah kita siapkan, bukan sekedar bicara soal kontestasi 2024, tapi orientasi kita justru 2045.”

Apalagi, katanya, bonus demografi yang mencapai 64% dari populasi 297 juta jiwa itu menjadi atensi khusus dari KH Said Agil bersama tim. Oleh karena itu, “Bicara tentang Ketua Umum PBNU bukan sekedar memimpin NU, tapi juga mengawal persiapan semua elemen bangsa menuju kejayaan Indonesia. “Kita nggak mau berspekulasi lagi dengan kebesaran NU ini, makanya dengan sangat terpaksa Yai Said itu akhirnya mau dicalonkan sebagai Calon Ketua Umum. Kesedian itu merupakan bagian dari kesadaran terhadap harapan dan ekspektasi umat kepada Yai Said dan NU,” pungkas LE. ***

Penulis  :  Arpaso

Editor     : Budiono

 

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top