Nasional

Sakit, Dokter Ani Hasibuan Mangkir dari Panggilan Polisi

JAKARTA, Seharusnya pada Jumat (17/5) siang ini, dokter

Robiah Khairani Hasibuan atau akrab disapa dokter Ani Hasibuan, mengaku sedang sakit dan istirahat di rumah. Sehingga tidak bisa memenuhi panggilan penyidik.

Dokter Ani dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi terkait dugaan penyebaran ujaran kebencian terhadap petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) yang meninggal selama pemilu 2019 ini.

Surat panggilan itu terdaftar dengan nomor S.Pgl/1158/V/RES.2.5./2019/Dit Reskrimsus.

“Hari ini panggilan itu tidak bsa kami penuhi karena klien kami dalam kondisi sakit. Untuk itu, kami minta penyidik Polda Metro Jaya untuk melakukan pemundaaan pemeriksaan pada klien kami,” kata kuasa hukum dokter Ani, Amin Fahrudin di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Menurut Amin, kliennya saat ini sedang beristirahat di rumah. Istirahat karena sakitnya akibat terlalu over secara fisik. “Mungkin beliau kelelahan. Saat ini, sedang di rumah, bukan perawatan di rumah sakit,” tambahnya.

Sebelumnya, pernyataan Ani Khairani soal kematian ratusan petugas KPPS menuai kontroversi di TVOne. Ani sempat menyanggah pernyataan pihak KPU yang menyebutkan kasus meninggalnya petugas KPPS itu disebabkan kelelahan bekerja.

“Saya sebagai dokter dari awal sudah merasa lucu, gitu. Ini bencana pembantaian atau pemilu? Kok banyak amat yang meninggal. Pemilu kan happy-happy mau dapat pemimpin baru kah atau bagaimana? Nyatanya, banyak yang meninggal,” kata Ani ketika menjadi pembicara dalam sebuah program talkshow di TVOne, Selasa (7/6/2019) silam.

Sementara dalam surat pemanggilan, Ani diminta klarifikasi terkait unggahan berbentuk foto bidik layar artikel dari situs tamsh-news.com yang beredar di media sosial.

Dalam situs tersebut, nama Ani Hasibuan tercantum dalam judul berita disertai pernyataan, “Pembantaian Pemilu, Gugurnya 573 KPPS”.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top