Perbankan

Soroti Utang PT.Rekind Rp6 Triliun, Rudi Bangun: Aneh Minta Penyelamatan Lewat PIHC

Soroti Utang PT.Rekind Rp6 Triliun, Rudi Bangun: Aneh Minta Penyelamatan Lewat PIHC
Anggota Komisi VI DPR, Rudi Hartono Bangun dalam Rapat Kerja dengan Wakil Menteri II BUMN, Kartika Wirjoatmodjo bersama terkait PMN untuk Aviata dan IFG (Bahana)/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM–Kinerja keuangan PT.Rekayasa Industri (Rekind) yang tidak sehat mendapat sorotan tajam DPR. Bahkan total utang mencapai sekitar Rp6 Triliun, kepada vendor, pemegang saham dan perbankan. “Kondisi keuangan seperti ini, secara teknis sudah bangkut PT.Rekind ini. Kita sendiri juga belum tahu, bagaimana rencana restrukturisasi bisnis ke depannya,” kata Anggota Komisi VI DPR, Rudi Hartono Bangun dalam Rapat Kerja dengan Wakil Menteri II BUMN, Kartika Wirjoatmodjo bersama terkait PMN untuk Aviata dan IFG (Bahana), Rabu, (12/4/2023).

Apalagi, kata Rudi, berdasarkan data bahwa kondisi ekuitas PT.Rekind telah mengalami penurunan secara konstan sejak 2017, sehingga mengalami kerugian sekitar Rp6,9 Triliun pada Pebruari 2023. “Agak aneh juga, kalau minta penyelamatan PT Rekind ini melalui PIHC,” ucap Politisi Nasdem.

Karena itu, Legislator dari Dapil Sumut III ini mempertanyakan usulan pemerintah yang melibatkan PIHC untuk mensupport sebesar Rp4,3 Triliun berupa SHL dan co-borrowing loan, serta injeksi melalui PPA dan atau afiliasi yang akan menjadi pengelola Rekind.

Namun support ini masih belum mencukupi, sehingga dibutuhkan dukungan dari pemerintah dalam bentuk PMN atau Dana Investasi Pemerintah. “Ya, tentu kita juga apresiasi langkah Pak Erick mencari solusi yang baik tanpa membebani APBN,” tuturnya.

Diakui Rudi, pemerintah sendiri membutuhkan payung hukum sebagai landasan dalam menjalankan inisiatif rencana penyelamatan Rekind, yaitu pemberian proyek dari BUMN kepada Rekind, PI dalam melakukan konversi SHL dan Co-borrowing loan.

Sampai dengan April 2023, Rekind diproyeksikan masih dapat mempertahankan saldo kas yang positif, apabila pembayaran utang dapat ditunda. Namun jumlah kas ini tidak signifikan apabila dibandingkan dengan jumlah utang yang perlu dilunasi. ***

Penulis : Iwan Damiri
Editor   : Kamsari

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top