Headline

Risma Kesal Proyek Trem Surabaya Molor

SURABAYA-Proyek pembangunan angkutan massal trem Surabaya molor dari jadwal yang ditentukan, bahkan kemungkinan mulai dikerjakan 2017. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mencari solusi kemungkinan pengadaan gerbong trem menggunakan dana APBD agar tidak menimbulkan masalah hukum. “Besok ada di Jakarta nanti evaluasi, kenapa mundur karena saya minta komunikasi dengan DPRD,” kata Walikota Surabaya Tri Rismaharini di Surabaya, Rabu (30/11/2016).

Namun sayangnya, Risma belum berani mengusulkan anggaran untuk biaya pembelian gerbong trem dalam APBD 2017 yang disahkan oleh DPRD Surabaya. “Tidak (tidak masuk dalam APBD 2017). Nanti kalau ada Perpres kita akan ajukan,” tambahnya

Saat ini dalam posisi menanti peraturan presiden (perpres) yang mengatur komposisi sumber pendanaan proyek yang menelan Rp 2,7 Triliun. Kabar terakhir proyek yang dibiayai dari APBN juga ini akan kembali dimulai 2017 dan rampung 2019. Namun bila perpres tidak kunjung terbit, kemungkinan bakal molor lagi.

Selain menanti perpres, Wali kota juga aktif berkomunikasi dengan DPRD Surabaya dan aparat penegak hukum untuk pengadaan gerbong trem yang menggunakan dana dari APBD Surabaya agar tidak menimbulkan masalah hukum.

Namun, Risma juga menyebut formula lain soal anggaran trem yang akan ditanggung Pemerintah Kota Surabaya. Menurutnya pembiayaan yang dari pemkot, tidak harus perlu dimasukkan dalam APBD. Karena anggaran bisa diusulkan melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK). “Ta kira PAK saja masih nututi, asal PAK tidak molor-molor. Yang penting sudah minta izin DPRD,” kata Risma.

Risma menegaskan pengerjaan proyek trem bisa segera dikerjakan seminggu setelah perpres dikeluarkan atau ditandatangani. “Satu minggu setelah perpres harus jalan,” imbuhnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top