Headline

Rini Ingatkan Tiga Bank BUMN Soal BPJS Kesehatan

JAKARTA-Pemerintah mengancam BUMN yang belum mendaftarkan seluruh karyawan beserta keluarganya menjadi peserta program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Diduga ada tiga Bank BUMN yang belum merespon penuh soal BPJS Kesehatan tersebut. “Harap diingat, terutama yang bank,” kata Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno di Jakarta, Rabu (22/3/2017).

Lebih jauh Rini membeberkan ada enam badan usaha milik negara (BUMN) yang belum mendaftarkan 100 persen karyawan dan keluarganya menjadi peserta program BPJS Kesehatan hingga akhir tahun ini. “Perusahaan yang perlu saya getok, akhir tahun saya akan perhatikan sepenuhnya adalah PT PLN, PT Pertamina, Perum Perhutani, PT Bank Mandiri, PT BRI dan PT BNI,” tegasnya

Dikatakan Rini, sampai sekarang baru 50 dari 144 BUMN yang telah mendaftarkan 100 persen karyawan dan keluarganya menjadi peserta BPJS Kesehatan. Sementara 48 BUMN lainnya baru mendaftarkan 80 persen karyawan dan keluarganya, 31 BUMN mendaftarkan 50 sampai 80 persen karyawan dan keluarganya, dan 16 BUMN baru mendaftarkan kurang dari 50 persen karyawan dan keluarganya untuk mengikuti program BPJS Kesehatan. “Dan ada satu BUMN yang belum mendaftarkan sama sekali karyawan dan keluarganya. Nah saya pengen tahu nih. Ada satu tapi enggak dikasih tahu namanya,” kata dia.

Kepada BUMN yang telah secara aktif mendukung program pemerintah tersebut, Rini memberikan penghargaan. Perusahaan negara yang dinilai aktif mendukung program jaminan kesehatan nasional antara lain PT Perkebunan Nusantara 9, PT Perkebunan Nusantara 12, Garuda Indonesia, PT Timah, ASDP Indonesia Ferry dan PT Pelindo. “Program BPJS Kesehatan ini bantu masyarakat menikmati layanan kesehatan yang mereka butuh walaupun biayanya lebih besar dari kebutuhan mereka sehari-hari. Tapi mereka bisa dapat,” tuturnya.

Rini menegaskan bahwa BUMN harus mendaftarkan seluruh karyawan dan keluarganya menjadi peserta program jaminan kesehatan yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan supaya bisa bergotong royong membantu pihak tidak mampu. “BUMN itu saham dan modalnya itu oleh negara, berarti dari rakyat dan itu artinya BUMN milik rakyat. Karena itu, benefit-nya (manfaatnya) juga harus kembali ke rakyat,” katanya.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan perusahaannya belum mendaftarkan seluruh karyawannya menjadi peserta BPJS Kesehatan adalah karena ada masalah administrasi.

Dalam kebijakan di masa lalu, ia menjelaskan, pegawai yang sudah memiliki asuransi diperbolehkan tidak ikut program nasional BPJS Kesehatan. “Tapi semangat sekarang kan BPJS Kesehatan itu bagian dari gotong royong. Kami akan segera comply (patuh),” imbuhnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top