Industri & Perdagangan

Relaksasi PPnBM Dongkrak Industri Komponen Sebesar 40%

Ilustrasi Sektor Otomotif, Khususnya Kendaraan Roda Empat/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Kebijakan relaksasi barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM) ternyata berdampak besar pada sektor industri manufaktur. Bahkan Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Oktober 2021 mencapai maksimal dalam sejarah Indonesia, yaitu 57,2. “Kebijakan PPnBM-DTP juga memberikan multiplier effect yang besar. Bahkan Menko Perekonomian mengalokasikan Rp3 Triliun, sehingga bisa diperoleh benefit sebesar Rp19 Triliun dari program ini,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat memberikan keynote speech pada Gaikindo International Automotive Conference secara daring, Rabu (17/11/2021).

Lebih jauh Agus Gumiwang yakin pemberian relaksasi pajak barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM-DTP) yang telah memberikan efek signifikan pada pemulihan sektor industri otomotif, sehingga meningkatkan kepercayaan dari pelaku industri. “Sektor industri secara umum telah memasuki tahap ekspansif,” ujarnya.

Selain itu, kata Politisi Golkar, pertumbuhan Industri Alat Angkutan yang pada triwulan III-2021 menunjukkan angka sangat memuaskan, yaitu mencapai 27,84%. “Pertumbuhan dua digit dicetak oleh industri alat angkut selama dua triwulan berturut-turut.”

Selanjutnya, dari segi penjualan, terdapat peningkatan hampir 50% dibanding tahun lalu, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) melaporkan penjualan ritel periode Januari-September 2021 sebesar 600.344 unit, atau naik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 407.390 unit.

Dikatakan Agus, kinerja ekspor kendaraan bermotor pada Januari-September 2021 juga sangat luar biasa. Ekspor kendaraan Completely Built-Up (CBU) naik 33% dari 155 ribu unit pada 2020 menjadi 207 ribu unit, dilengkapi dengan ekspor komponen yang naik 61%, dari 40 juta komponen di 2020 menjadi 65 juta di tahun ini. “Pertumbuhan industri komponen pada Januari-September 2021 juga naik sekitar 40% dengan utilisasi saat ini sebesar 70%.”

Sebagai kontributor utama terhadap PDB industri alat angkutan, industri otomotif di dalam negeri saat ini terdiri dari 21 perusahaan industri kendaraan bermotor roda 4 atau lebih.
Total nilai investasi mencapai sebesar Rp71,35 Triliun untuk kapasitas produksi sebesar 2,35 juta unit per tahun. Bahkan mampu menyerap tenaga kerja langsung sebesar 38 ribu orang, serta lebih dari 1,5 juta orang yang bekerja di sepanjang rantai nilai industri tersebut.

Menurut Agus, pertumbuhan kelas menengah yang cukup pesat serta rasio kepemilikan mobil yang masih cukup rendah (99 per 1000 penduduk) tentu menjadikan Indonesia sebagai pasar terbesar produk otomotif di ASEAN. “Hal ini tentunya menjadi peluang bagi pengembangan dan industrialisasi kendaraan bermotor yang hemat energi dan ramah lingkungan sesuai dengan tren global,” pungkasnya. ***

Penulis   :  Iwan Damiri

Editor     :  Kamsari

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top