Industri & Perdagangan

Relaksasi PPn BM Bakal Dongkrak UMKM Produksi Komponen

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Anggota Komisi VI DPR I Nyoman Parta mendukung kebijakan pemerintah terkait relaksasi Pajak Penjualan Barang Mewah (PPn BM) yang akan berlaku Maret 2021. Kebijakan ini memang bisa merangsang efek pertumbuhan ekonomi nasional.

“Sektor industri otomotif inikan memang menjadi andalan. Bahkan efek turunannnya untuk UMKM spare part cukup besar,” katanya melalui telepon seluler, Jakarta, Rabu (24/2/2021).

Seperti diketahui kebijakan relaksasi menyasar untuk kendaraan berkapasitas 1500 cc agar penjualan mobil terdongkrak. Karena selama pandemi Covid-12 pada 2020, penjualan mobil anjlok hampir 49%. “Saya prediksi dengan kebijakan relaksasi ini mampu mendongkrak penjualan sekitar 10%-30%,” ujarnya.

Legislator asal Bali ini mendorong agar pemberian relaksasi PPn BM ini diberikan kepada mobil-mobil yang memiliki Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) tinggi. Sehingga multiplayer efeknya tinggi. “Pelaku UMKM juga akan menikmati, karena produknya terserap oleh pabrikan otomotif,” terangnya.

Oleh karena itu, lanjut Parta, agar kebijakan relaksasi ini berefek luas dan memiliki efek signifikan terhadap mata rantai industri, maka harus dibarengi dengan komitmen menambah TKDN dalam setiap produk kendaraan. “Namun jangan sampai terjadi, negara sudah menurunkan PPn BM, tapi tetap saja menggunakan buatan luar negeri,” tuturnya.

Dengan komitmen penambahan TKDN ini, sambung Parta lagi, bukan hanya UMKM saja yang akan selamat, termasuk bengkel -bengkel pun bakal ikut tertolong. “Karena bengkel-bengkel ini mau tak mau akan terserap komponennya,” imbuhnya.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat ada 37 merek yang menjadi anggotanya. Berikut kinerja penjualan ritel dan penguasaan pasar pada 2020.

1.Toyota, 182.665 unit (31,6%)

2.Daihatsu, 100.026 unit (17,3%)

3.Honda, 79.451 unit (13,7%)

4.Suzuki, 72.389 unit (12,5%)

5.Mitsubishi Motors, 54.768 unit (9,5%)

6.Mitsubishi Fuso, 24.000 unit (4,1%)

7.Isuzu, 17.855 unit (3,1%)

8.Hino, 13.038 unit (2,3%)

9.Wuling, 9.523 unit (1,6%).

10.Nissan, 7.408 unit (1,3%).

11.MAZDA, 2.611 unit (0,5%).

12.DFSK, 2.424 unit (0.4%).

13.BMW, 2.082 unit (0,4%).

14.Mercedes- Ben PC, 1.780 unit unit (0,3%)

15.Mercedes-Benz CV, 1.203 unit (0,2%).

16.Datsun 1.069 unit (0,2%).

17.Lexus, 990 unit (0,2%).

18.UD Trucks, 872 unit (0,2%).

19.KIA, 658 unit (0,1%)

20.Hyundai HIM, 581 unit (0,1%).

21.Mini, 483 unit (0,1%)

22.Volkswagen, 475 unit (0,1%).

23.Renault 330 unit (0,1%).

24.Morris Garage, 313 unit (0,1%).

25.Tata, 303 unit (0,1%)

26.FAW, 220 unit (0,0%)

27.Scania,217 unit (0%)

28.Peugeot,212 unit (0,%)

29.Hyundai HMID, 181 unit (0,0%).

30.Chevrolet,143 unit (0,0%).

31.Audi, 47 unit (0,0%)

32.Man Truck, 10 unit (0,0%)

33.Infiniti, 0 unit (0.0%)

34.BYD, 0 unit (0,0%)

35.Hongyan, 0 unit (0,0%)

36.Renault Auto Euro, 0 unit (0,0%)

37.Proton, 0 unit (0,0%)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top