Market

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini

Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini
Analis melakukan rekomendasi pergerakan indek harga saham gabungan (IHSG)

JAKARTA, SUARAINVESTOR. COM- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih cenderung tertekan pada perdagangan akhir pekan , Jumat (30/9/2022), akibat penurunan bursa global. CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya Memasuki akhir pekan sekaligus akhir bulan ke sembilan di tahun 2022, IHSG masih terlihat berada dalam rentang konsolidasi dengan potensi tekanan yang masih cukup besar. “Namun, jelang rilis data di awal bulan perihal inflasi yang diperkirakan masih dalam kondisi stabil dapat memberikan sentimen positif terhadap pola gerak IHSG hingga beberapa waktu mendatang,” paparnya dalam publikasi riset. Hari ini IHSG berpotensi tertekan dalam rentang 6.998 – 7.236. Rekomendasi saham pilihannya adalah PWON, ASRI, TBIG, GGRM, EXCL, CTRA, HMSP, WTON.

Analis Hariyanto Wijaya, CFA, CPA (Aust.), CFP, CMT (hariyanto.wijaya@miraeasset.co.id)*
IHSG ditutup melemah 0.58% pada hari Kamis, dipimpin oleh kerugian di sektor keuangan dan teknologi, yang sebagian diimbangi oleh kenaikan di sektor kesehatan dan energi. Investor asing terus membukukan net sell sekitar IDR630bn (Top3 net sell asing: BBRI, TLKM, BBCA. Sektor: bank, telco). Penguatan di sektor energi dipimpin oleh kenaikan pada perusahaan yang terkait dengan batubara dan minyak, yaitu ADRO +2.1%, ADMR +2.9%, UNTR +0.4%, MEDC +2.9%. Kami menegaskan kembali pemilihan saham bulanan di perusahaan yang terkait dengan batubara, yaitu ADRO, ITMG, PTBA, dan UNTR, didukung oleh perkiraan pertumbuhan laba bersih 3Q22 yang kuat dan dividen interim. Presiden Jokowi memperkirakan pertumbuhan PDB Indonesia 3Q22 pada kisaran 5.4% – 6.0% YoY (vs 5.4% YoY di 2Q22).

Indeks ekuitas AS ditutup lebih rendah dalam perdagangan yang bergejolak pada hari Kamis karena investor mencerna data ekonomi baru dan komentar dari pejabat Fed. Presiden Fed St Louis, James Bullard, menggemakan retorika hawkish pejabat Fed lainnya, mengatakan bank sentral AS tidak akan mundur dari kenaikan suku bunga tambahan dalam beberapa bulan mendatang. Presiden Fed Cleveland, Loretta Mester, menegaskan kembali perlunya pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut, meskipun itu akan menyebabkan beberapa kesulitan ekonomi. Pada data ekonomi AS, klaim pengangguran awal masuk pada titik terendah sejak April untuk pekan yang berakhir 24 September. Angka yang lebih baik dari perkiraan ini telah meningkatkan kemungkinan Fed akan mempertahankan sikap agresifnya dan melanjutkan jalur kenaikan suku bunganya.

Market Indicator
JCI: 7,036.20 (-0.58%)
EIDO: 23.45 (-1.76%)
DJIA: 29,225.61 (-1.54%)
FTSE100: 6,881.59 (-1.77%)
USD/IDR: 15,263 (-0.03%)
10yr GB yield: 7.42 (0bps)
Oil Price: 81.23 (-1.12%)
Foreign net purchase: -IDR622.9bn

Foreign net purchase on single stocks (HOTS screen #0141)
TOP BUY: BUMI, ADRO, BRMS, UNTR, BEBS
TOP SELL: BBRI, TLKM, BBCA, AMRT, BMRI

Most actively traded stocks (HOTS screen #0102)
BBRI, BBCA, PTRO, BUMI, TLKM

Technical Insight by Muhammad Nafan Aji (m.nafan@miraeasset.co.id)

– IHSG Daily, 7,036.198 (-0.58%), potensi mixed dengan kecenderungan melemah, trading range 7,015 – 7,071. Pergerakan indeks berpotensi mixed dengan kecenderungan melemah mengingat ditutup dekat pada batas MA60 maupun neckline. Maka dari itu, potensi terjadinya breakdown juga berlaku. Sementara itu, indikator Stochastics K_D and RSI menunjukkan sinyal negatif, meski dengan volume meningkat. Support berada pada level 7,015 hingga 6,959. Sementara resistance berada pada level 7,071 hingga 7,106.

– HRUM Daily, 1,790 (+1.70%), akumulasi beli, trading range 1,695 – 1,885. Pergerakan harga saham telah menguji garis 61.8% fibonacci retracement. Di sisi lain, juga membentuk pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli didukung penguatan indikator volume. Akumulasi beli dengan target harga secara bertahap pada level 1,885, 2,050 dan 2,490. Support berada pada 1,695.

– INCO Daily, 6,250 (+0.00%), akumulasi beli, trading range 6,000 – 6,475. Meskipun berada dalam fase konsolidasi, adapun pergerakan harga saham membentuk pola bullish matching low candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli, sehingga berupaya rebound dari batas up trendline. Akumulasi beli dengan target harga secara bertahap pada level 6,475, 6,775 dan 8,000. Support berada pada 6,000.

– MDKA Daily, 3,880 (+0.77%), akumulasi beli, trading range 3,710 – 4,010. Meskipun berada dalam fase bearish consolidation, adapun pergerakan harga saham membentuk pola bullish homing pigeon candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli, sehingga berupaya rebound dari batas harmonic support line. Akumulasi beli dengan target harga secara bertahap pada level 4,010, 4,190 dan 4,960. Support berada pada 3,710.

Emma A. Fauni (emma.fauni@miraeasset.co.id)

– SMGR melayani berbagai profil pelanggan di pasar domestik dan regional. Secara spesifik, perusahaan memiliki 5 merek di Indonesia dan 1 merek di Vietnam, didukung oleh 1) 8 lokasi pabrik terintegrasi; 2) 26 lokasi packing plant; 3) 6 lokasi pabrik penggilingan; 4) 7 port; 5) 306 distributor; dan 6) lebih dari 70rb toko retail yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Jaringan produksi dan distribusi yang luas serta pasar yang beragam harus memungkinkan SMGR untuk mempertahankan posisi terdepan di tengah ketatnya persaingan.

– SMGR melaporkan bahwa mereka telah mengamankan konsumsi batubara 100% dengan harga DMO sejak 2Q22 hingga akhir tahun ini. Hasil laba bersih 1H22 menunjukkan kenaikan biaya bahan bakar dan energi hanya 15% YoY, jauh lebih rendah dibandingkan dengan kenaikan harga batubara di pasar lebih dari 80% YoY pada periode yang sama. Selain itu, peningkatan ini juga lebih rendah daripada rekan-rekannya yang kami kira disebabkan oleh perolehan batubara DMO oleh SMGR yang lebih baik.

– Mengikuti prospek industri semen yang baik yang didorong oleh pemulihan permintaan pasca-pandemi ditambah dengan moratorium pabrik semen baru, kami percaya pemain besar seperti SMGR memiliki posisi yang lebih baik untuk mendapatkan keuntungan dari pemulihan industri. Kedua, kemampuan SMGR untuk mengamankan pasokan batubara yang lebih baik dengan harga DMO kami kira akan membuat SMGR memiliki performa keuangan yang lebih unggul. Kami memperkirakan SMGR akan membukukan pendapatan dan laba bersih masing-masing sebesar IDR35,702 miliar (+2.1% YoY) dan IDR1,584 miliar (-21.6% YoY), pada 22F.

– SMGR saat ini diperdagangkan pada 22F P/E, EV/EBITDA, dan EV/ton masing-masing 28.1x, 8.9x, dan USD118, yang mana kami nilai undemanding. Menggunakan target EV/EBITDA 9.5x, TP kami berada di IDR10,700/saham. Kami mempertahankan rating Buy.

IHSG ditutup pada posisi 7.036,19 atau turun 0,57 persen pada Kamis (29/9/2022). Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan dalam risetnya menjelaskan, IHSG ditutup melemah didorong mata uang rupiah yang masih bertengger di level Rp15.200-an per dolar AS. Di sisi lain, pergerakan masih ditekan kekhawatiran akan kenaikan suku bunga yang lebih tinggi pada bulan depan.
Dennies memprediksi IHSG akan kembali melemah pada perdagangan hari ini. Secara teknikal, candlestick membentuk long black body dengan stochastic di area level oversold mengindikasikan potensi pelemahan dengan rentang pelemahan yang cukup terbatas.

Dari dalam negeri pergerakan masih ditekan pelemahan nilai tukar rupiah. Sementara dari AS akan merilis data ekonomi GDP serta data ketenagakerjaan. Selanjutnya, Dennies memperkirakan IHSG bergerak pada level support 6.952 dan 6.994 serta resistance 7.106 dan 7.176. Rekomendasi saham pilihannya BBCA, WIIM, RALS.***

Penulis      :   Endang (Kontributor)

Editor        :   Eko

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top