Investasi

Realisasi Investasi PMDN 2020 Capai Rp413 Triliun

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM– Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan realisasi kinerja investasi Indonesia sepanjang 2020 ditopang oleh penanaman modal dalam negeri (PMDN). Bahkan realisasi investasi PMDN pada 2020 mampu melebihi target , meski iklim investasi dibayangi oleh pandemi Covid-19. ” Total realisasi investasi sebesar Rp 826,3 triliun, PMDN berkontribusi sebesar 50,1 persen atau setara Rp 413,5 triliun,” kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM) Bahlil Lahadalia di Jakarta, Rabu (27/1/2021).

Sementara, kata Bahkan, penanaman modal asing (PMA) hanya mencapai Rp 412,8 triliun atau setara 49,9 persen.
“Kami terjemahkan di tahun 2020 yang jadi pahlawan investasi kita tidak terlalu merosot yaitu PMDN,” terangnya.

BKPM mencatat, realisasi PMA pada tahun 2020 mengalami penurunan sebesar 10 persen dibanding tahun 2019.

Ini sejalan dengan rata-rata penurunan investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) di berbagai negara yang mencapai 30 hingga 40 persen.

Pada saat bersamaan, PMDA justru melanjutkan tren pertumbuhan dalam lima tahun terakhir, di mana pada 2016, kontribusi PMDN sebesar Rp 216,2 triliun atau 35,3 persen, pada 2017 sebesar Rp 262,3 triliun atau 37,9 persen, pada 2018 sebesar Rp 328,6 triliun atau 45,6 persen, dan pada 2019 Rp 386,5 triliun atau 47,7 persen. “Ini baru PMDN kita bagus, Rp 413,5 triliun atau 50,1 persen,” ujar Bahlil.

Pertumbuhan PMDN itu juga dibarengi dengan mulai berkembangnya realisasi investasi di luar Jawa.

Tercatat realisasi investasi di luar pulau Jawa mencapai Rp 417,5 triliun, lebih tinggi dari pulau Jawa sebesar Rp 408,8 triliun.

“Tujuan investasi yang masuk baik dalam maupun luar negeri bukan hanya jadikan Jawa satu-satunya alternatif. Tapi sudah mulai merata dengan luar Jawa,” ucap Bahlil.

Kemarin, Presiden Joko Widodo menargetkan investasi yang masuk ke Indonesia pada 2021 ini sebesar Rp 900 triliun.
“Target (investasi di 2021) kami sekalipun Bappenas menyampaikan kurang lebih Rp 856 triliun, tapi kami dalam arahan Bapak Presiden itu harus Rp 900 triliun,” ujar Bahlil. ***

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top