Perbankan

Realisasi Anggaran Kemenperin Baru Capai 27,3%

Realisasi Anggaran Kemenperin Baru Capai 27,3%
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat Raker di Komisi VII DPR/Sumber Foto: Dok Kemenperin

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COMKementerian Perindustrian mengungkapkan bahwa realisasi anggaran baru mencapai 27,34% sampai 31 Mei 2023. Namun jika anggaran bantuan pembelian KBLBB ditambahkan ke dalam anggaran kementerian, maka realisasi anggaran kami baru mencapai 19,06%.

Demikian kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Senin (12/6/2023). Menperin menjelaskan, ada beberapa kendala dalam realisasi anggaran di kementeriannya, antara lain terdapat anggaran yang masih diblokir sebesar Rp207,57 miliar atau 4,49% dari total anggaran Kemenperin. “Dari sebagian besar blokir tersebut merupakan blokir yang disebabkan kebijakan automatic adjustment secara nasional,” ungkapnya.

Lebih jauh Agus menyampaikan, program bantuan pemerintah untuk pembeliaan KBLBB roda dua baru, bertujuan mengakselerasi pengembangan ekosistem kendaraan listrik di tanah air. Salah satu langkah yang ditempuh adalah melalui program bantuan pembelian electric vehicle (EV) yang basis produksinya dilakukan di dalam negeri. “Kebijakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterjangkauan yang lebih luas akan daya beli masyarakat terhadap kendaraan listrik,” ucapnya.

Di sisi lain, lanjut Agus, program ini juga bertujuan menarik para produsen kendaraan listrik agar berinvestasi di tanah air. Pada tahun 2023, pemerintah akan memberikan bantuan pembelian KBLBB roda dua sebanyak 200 ribu unit. Dari sejumlah progres Kemenperin optimistis bahwa realisasi program dan anggaran Kemenperin akan berjalan sebagaimana target yang telah ditetapkan. “kami proyeksikan realisasi anggaran pada bulan Juni sebesar 24,15% dan realisasi anggaran pada bulan Desember mencapai 98,39%,” tegasnya.

Sementara itu, Agus menyebutkan, pagu indikatif Kemenperin padatahun 2024 sebesar Rp3,76triliun. Beberapa kegiatan prioritas Kemenperin yang masih akan dilaksanakan pada tahun depan, di antaranya Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi yang meliputi penyelenggaran Diklat Sistem 3 in 1, Program D3 dan D4 Berbasis Kompetensi, serta pembangunan gedung SMAK Bogor.

Selain itu, program nilai tambah dan daya saing industri antara lain sertifikasi tingkat komponen dalam negeri (TKDN), perbaikan rantai pasok di industri agro, restrukturisasi mesin dan peralatan industri tekstil, kulit dan alas kaki, bantuan pemerintah untuk pembelian KBLBB roda dua baru, pengembangan kawasan industri, penumbuhan dan pengembangan wirausaha baru IKM, serta fasilitasi sertifikasi industri hijau.***

Penulis  : Iwan Damiri
Editor    : Kamsari

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top