Nasional

Raja Salman Perpanjang Liburan Di Bali Sampai 12 Maret

JAKARTA – Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud dan keluarga tampaknta terpikat dengan keindahan pulau dewata yang memang sudah mendunia ini. Hal itu dibuktikan dengan perpanjangan masa liburan Raja Salman di Bali. Daris semula sampai 9 Maret mundur menjadi 12 Maret 2017.

Selain iklim yang stabil, Raja Salman juga menyukai keindahan alam khususnya pantai di Bali. Menurut Kabid Humas Polda Bali AKBP Hengki Widjaja, Raja Salman betah di Bali karena iklimnya yang cukup stabil. “Menurut duta besar Arab Raja Salman betah di Bali karena iklimnya cenderung stabil,” kata Widjaja.

Sehubungan dengan perpanjangan rencana masa liburan Raja Salman, Widjaja mengatakan tidak ada perubahan skenario khusus berkaitan dengan Pengamanan. “Jumlah personelnya tetap, hanya waktunya saja yang diperpanjang,” kata Widjaja.

Kawasan Pura Uluwatu yang berada di wilayah Desa Pecatu Kecamatan Kuta Kabupaten Badung Bali, rencananya menjadi tujuan Raja Arab Saudi Salman Bin Abdulazis Al-Saud saat berlibur di Bali. Pura tersebut mempunyai keunikan karena berada di ketinggian 97 meter dari permukaan laut dengan tebing berbatu yang menghadap laut lepas.

Saat yang tepat untuk kawasan Puri Uluwatu adalah pada saat matahari terbenam. Apalagi di kawasan tersebut pada sore hari juga digelar tari kecak di panggung terbuka dengan latar belakang laut lepas. “Jika Raja Salman memang benar akan datang Uluwatu, beliau bisa melihat pementasan tari kecak dengan latar belakang laut lepas yang indah dan sunset yang sempurna,” ungkap I Made Sumarta, Kelian Desa Adat Pecatu.

Tari Kecak akan dimulai sekitar pukul 18.00 Wita bersamaan dengan waktu matahari terbenam. Tarian tersebut dibawakan oleh puluhan laki-laki tanpa menggunakan alat musik dan sebagai gantinya mereka mengeluarkan suara secara bergantian sebagai latar bunyi tarian mereka.

Menurut Made Sumarta, Puri Uluwatu dibangun sekitar tahun 1800-a dan menjadi bagian sangat penting bagi umat Hindu di Bali. Pura tersebut juga digunakan untuk memuja pendeta Dang Hyang Nirartha, yang datang ke Bali pada akhir tahun 1550 dan mengakhiri perjalanan sucinya dengan moksa atau ngeluhur di daerah Uluwatu. “Ngluhur” kemudian diambi menjadi nama pura yaitu Pura Luhur Uluwatu.

“Jika Raja Salman berencana akan datang ke Uluwatu nanti hanya diperkenankan di kawasan luar Pura Uluwatu karena di bagian dalam hanya untuk persembayangan. Hal ini juga berlaku untuk wisatawan lainnya,” ujarnya.

Dikatakan, dalam satu hari rata-rata 8.000 wisatawan baik mancanegara dan domestik yang berkunjung ke kawasan Puri Uluwatu. “Waktu terbaik datang ke Uluwatu adalah siang menjelang sore,” katanya. Untuk masuk ke kawasan Uluwatu, wisatawan membayar tiket sebesar Rp 20.000 dan Rp 100.000 untuk melihat tari Kecak.

Saat berkunjung ke kawasan Puri Uluwatu, wisatawan disarankan menggunakan pakaian sopan. Di bagian pintu masuk juga disediakan kain panjang untuk para wisatawan. “Mereka yang menggunakan celana pendek akan diminta untuk menggunakan kain panjang yang sudah disediakan. Atau bisa menggunakan kain untuk ikat pinggang,”” jelas Kadek.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top