Nasional

Raja Salmam Kirim Rp 85,1 M untuk WNI Korban Crane di Mekkah

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM – KBRI Riyadh menerima cek senilai USD 6,13 juta atau sekitar Rp 85,1 miliar dari Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud untuk santunan para WNI yang menjadi korban crane roboh di Mekah pada tahun 2015 silam.

Dubes RI untuk Saudi Agus MAftuh Abegebriel mengucapkan terima kasih kepada Raja Salman dan Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohamed bin Salman atas pemberian cek tersebut.

“Alhamdulillah, semua dilancarkan oleh Allah,” kata Dubes Agus Maftuh, Senin (2/9/2019).

Cek senilai 23 juta riyal itu diserahkan oleh Penasihat Hukum Deputi Konsuler Kementerian Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi, Mohammad Alshammeri, kepada Koordinator Perlindungan Warga KBRI Riyadh, Raden Ahmad Arief.

Karena itu, Agus Maftuh langsung mengirimkan surat ucapan terima kasih kepada Raja Salman, Putra Mahkota MBS, Gubernur Mekah Pangeran Khalid Al Faisal serta berbagai kementerian terkait yang dinilainya telah membantu proses pemberian santunan ini.

Ada 35 lembar cek yang diterima KBRI Riyadh. Cek-cek tersebut terdiri dari dua nominal, yakni pertama senilai USD 133.333 atau setara Rp. 1,8 miliar untuk korban luka berat dan kedua USD 266.666,66 atau Rp. 3,7 miliar untuk korban meninggal dan korban cacat permanen.

Sementara itu ada satu cek untuk korban luka berat yang masih perlu pencocokan data paspor dan secepatnya akan direalisasikan sehingga total menjadi lengkap 36 cek.

Seperti diketahui, musibah jatuhnya alat berat crane di Masjidil Haram yang terjadi pada Jumat 11 September 2015 itu menewaskan 107 orang dan mencederai sebanyak 238 orang, di antaranya 12 WNI meninggal dan 49 luka-luka.

Tidak lama berselang, Raja Salman Bin Abdulaziz Al Saud menginstruksikan pemberian kompensasi bagi para korban musibah crane yakni SR 1 Juta atau sekitar Rp 3,5 miliar untuk korban meninggal dan cacat permanen, serta SAR 500.000 atau sekitar Rp 1,75 miliar bagi korban luka.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top