Nasional

Qodari: SBY Sulit Koalisi dengan Prabowo

JAKARTA,Direktur Eksekutif IndoBarometer M. Qodari menilai jika pertemuan antara Ketum Gerindra dan Ketum Demokrat itu disebut sebagai koalisi antara Prabowo Subianto dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu terlalu prematur. Sebab, sejak Pilpres 2009 hingga 2014 kedua tokoh itu tidak bisa bertemu. Bahkan, di Pilkada DKI Jakarta pun Demokrat membuat koalisi sendiri dengan mengusung Agus Harymurti Yudhoyono sebagai Cagub dan gagal.

“Jadi, jangan terburu-buru menyebut pertemuan itu sebagai koalisi untuk Pilpres 2019. Apalagi SBY dengan Prabowo selama ini tak pernah bisa bertemu dalam koalisi politik. Juga, jangan sampai pertemuan itu hanya sebagai nostalgia atas kekecewaannya terhadap ambang batas pencalonan presiden atau PT 20 % dalam RUU Pemilu,” tegas Qodari pada wartawan di Jakarta, pada Jumat (28/7/2017) malam.

Menurut Qodari, dalam pertemuan itu memang mengkritik keras RUU Pemilu tersebut. “Pesan-pesan politiknya cukup keras dengan menyatakan kebijakan politik yang menyakiti rakyat akan kita hadapi. Makanya, saat ini untuk UU Pemilu kedua tokoh itu bisa berkoaliasi secara politik maupun moral,” katanya.

Tapi, persoalannya apakah itu untuk jangka panjang atau sesaat, Qodari tidak yakin dengan SBY. Sebab, antara Prabowo dan SBY tidak pernah bertemu untuk koalisi. “SBY cenderung membentuk koalisi sendiri, atau seperti yang selalu dikatakan sebagai penyeimbang, maka akan membuat koalisi sendiri,” tambahnya.

Setidaknya, kalau ambang batas presiden itu tetap 20 %, maka koalisi Capres yang akan muncul ada tiga; koalisi Jokowi, koalisi Prabowo, dan koalisi Demokrat. “Saya yakin SBY akan selalu mengambil kesempatan untuk memasukkan AHY sebagai capres atau cawapres. Sebab, tidak mungkin Prabowo akan menjadi cawapres, karena elektabilitasnya masih tinggi setelah Jokowi,” jelas Qodari.

Yang jelas ke depan menurut Qodari, dinamika politik akan makin panas. SBY akan mengeluarkan jok-jok untuk mengkritisi Jokowi. Seperti sebelumnya yang sempat berbalas pantun, dan Jokowi membalasnya dengan ‘Hambalang mangkrak’ dan lain-lain. “Jadi, politik akan makin ramai ke depan, dan saya tidak yakin akan ada koalisi Gerindra – Demokrat,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top