Infrastruktur

Proyek Revitalisasi Situ Kota Tangerang Berpotensi Mangkrak

Papan Proyek Situ Cipondoh

TANGERANG, SUARAINVESTOR.COM--Proyek revitalisasi Situ Cipondoh dan Situ Gede yang masuk wilayah Kota Tangerang terancam mangkrak, alias mandeg. Pasalnya progres proyek yang menghabiskan anggaran miliarian rupiah tersebut, belum mencapai 50 persen. “Progres pekerjaan Situ Gede diduga belum mencapai 50 persen. Berdasarkan data, PT Widya Pratama Perkasa merupakan pemenang proyek tersebut. Masa pengerjaan selama 30 hari kerja,” kata Ketua Gabungan Pengusaha Kontraktor Indonesia (Gabpkin) Kota Tangerang, Hendri Zein kepada wartawan, Kamis (10/12/2020).

Lebih jauh Hendri menjelaskan kontrak pengerjaan proyek tersebut terhitung dari 13 November 2020. Sementara sekarang sudah 10 Desember 2020. Artinya kalau mengacu kontrak waktunya tinggal beberapa hari lagi. “Apakah mungkin pekerjaan ini bisa diselesaikan,” ujarnya seraya meragukan target penyelesaian proyek tersebut.

Hendri mengungkapkan bahwa proyek revitalisasi Situ Cipondoh sampai saat ini masih terhenti. Hal ini karena Gubernur Banten Wahidin Halim secara tiba-tiba menghentikan proyek tersebut. “Saya menduga progresnya belum mencapai 20 persen. Bahkan sampai sekarang belum dilanjutkan lagi,” ujarnya.

Berdasarkan data papan proyek itu, tertera bahwa PT Karya Dwi Sakti mendapatkan kontrak kerja selama 55 hari, terhitung sejak 26 Oktober 2020. Sejak awal proyek revitalisasi situ ini dinilai tidak menjadi prioritas. Karena masih dalam kondisi pandemi Covid 19, apalagi Pemprov Banten banyak melakukan rasionaliasi anggaran APBD 2020. “Mestinya, Pemprov Banten memprioritaskan pembangunan jalan atau jembatan, ketimbang revitalisasi situ,” tuturnya.

Ditempat terpisah, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, Luki yang dikonfirmasi wartawan melalui pesan Whats App (WA) tak memberikan respon. Begitu pun saat dikontak melalui telepon selulernya, juga tidak menjawab walaupun nada terdengar aktif.

Sementara itu Kepala Unit Pelaksana Teknis (Ka UPT) Dinas PUPR Provinsi Banten Wilayah Tangerang, Arlan Marzan menyatakan proyek revitalisasi tersebut merupakan bentuk pengamanan aset milik Pemprov Banten, dari upaya-upaya pihak lain yang ingin memanfaatkan lahan pinggiran situ tersebut. “Dalam perencanaan, kita akan melakukan pembangunan jogging track di sepanjang Situ Cipondoh. Selain itu, untuk mengamankan aset-aset pemerintah, juga untuk fasilitas publik,” ujarnya.

Diakuinya, pada APBD 2021, kalau tidak salah sudah ada alokasi anggaran sekitar Rp 40 miliar untuk melanjutan pekerjaan revitalisasi situ tersebut. Begitu juga dengan keberadaan Situ-Situ yang lain. Proyek revitalisasi Situ, tidak lain adalah sebagai bentuk pengamanan aset Pemprov Banten,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Mandor Toyib yang bertugas mengawasi pekerjaan Situ Cipondoh menegaskan bahwa pekerjaan dihentikan oleh pihak dinas Provinsi Banten. “Kami hanya sebagai pegawas saja, jadi mengikuti instruksi. Sejak dihentikan kegiatan ini, maka kami langsung stop aktifitas,” ujarnya.

Dia menambahkan jumlah para pekerja semuanya sekitar 15 orang yang berasal dari Cimahi, Tasik, Sukabumi, dan Cianjur.

Namun hingga berita ini diturunkan, suarainvestor.com belum dapat menghubungi humas PT PT Widya Pratama Perkasa. ***

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top